BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Hujan yang turun selama 3 jam lebih, sejak pukul 17.00 wib atau jam 5 sore tadi, Senin (24/02/2025) di Desa Dander dan sekitarnya, akhirnya mampu membuat pasar Desa Dander terkepung banjir. Sebagian air dari hutan turun sehingga mampu menggenangi kawasan di sekitar Pasar Desa Dander.
Adapun daerah yang terendam banjir diantaranya adalah Rt. 017 dan 018 turut Rw. 02 serta Rt. 026 dan 028 turut Rw. 03 Desa Dander Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Hingga berita ini dimuat, kawasan seputaran Pasar Dander masih tergenang dengan ketinggian air sebatas lutut orang dewasa atau sekitar 40 cm.
Arifin yang biasa dipanggil Sadam, salah seorang warga Desa Dander yang bertempat tinggal di dekat Masjid Ar Rohman Dander, dimana daerah tersebut merupakan area terdampak banjir mengatakan bahwa hujan turun dengan deras sejak sore tadi sekitar pukul 17.00 wib, selama kurang lebih 3 jam, dan akibatnya sungai disini tidak mampu menampung sehingga terjadilah banjir. Selain itu menurutnya juga ditambah air dari kawasan hutan Dander juga terus meluncur sehingga di daerah sini dan sekitarnya tergenang air sampai dengan saat ini.
“Hujan turun deras sejak tadi, selama kurang lebih tiga jam, dan itu sudah cukup membuat area disini dan sekitarnya termasuk Pasar Dander terendam banjir, apalagi ditambah air dari hutan yang langsung meluncur sehingga mau tidak mau terjadi banjir bandang malam ini, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam banjir bandang ini. Saya sebagai warga disini hanya berharap semoga segera ada upaya yang nyata baik dari pemdes maupun pemkab untuk mencari solusi mengatasi banjir yang kerap datang setiap musim hujan seperti saat ini, “ucap Sadam.
Sementara itu menurut warga lain yang terdampak banjir malam ini yang sempat ditemui awak media ini juga sependapat dengan Sadam, semoga dengan adanya pemimpin baru di Bojonegoro ini, apalagi Wakil Bupati adalah asli dari Kecamatan Dander, dirinya sangat berharap ada terobosan atau inovasi dari para pemangku kebijakan di kabupaten yang terkenal memiliki PAD yang tinggi sebagai salah satu daerah penghasil minyak di Indonesia ini.
Hingga berita ini dimuat, banjir masih menggenangi sebagian wilayah di Desa Dander dengan ketinggian air kurang lebih setinggi lutut orang dewasa. (Kar)






