Sedekah Bumi di Desa Kawengan Jepon Dihibur Seni Tayub

BLORA, dutaperistiwa.com – Desa Kawengan Kecamatan Jepon Kabupaten Blora Jawa Tengah menyelenggarakan hiburan seni tayub dalam rangka memeriahkan acara sedekah bumi pada Kamis Kliwon (08/05/2025).

Hampir seluruh warga Kawengan tampak tumpah ruah berkumpul di makam Mbah Kenthiri yang disebut punden oleh masyarakat setempat.

Mulai anak-anak, remaja hingga para orang tua tampak memadati di sekitaran makam punden dalam rangka gas deso atau yang biasa disebut sedekah bumi.

Kepala Desa Kawengan Sulasno mengatakan, “saya sampaikan rasa terima kasih atas kerjasamanya seluruh warga Desa Kawengan sehingga kegiatan sedekah bumi pada hari ini berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. ”

BACA JUGA  Pekerjaan 6 Titik Pos Kamling di Desa Donan Purwosari dari DPAL DD 2024 Diduga Mangkrak

Salah seorang warga setempat yang ditemui awak media ini mengatakan, bahwa sedekah bumi ini diadakan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Kawengan, terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat-Nya sehingga panen kali ini yang dirasakan warga sangat baik dan berhasil, sehingga dilaksanakannya hajad Desa Kawengan kali ini.

Acara sedekah bumi di Desa Kawengan ini termasuk unik dibanding sedekah bumi di desa lain, karena di desa ini ada acara dorong-dorongan untuk mendapatkan jajan seperti tape ketan, pisang, dumbek, pasung dan masih banyak jajan lainnya yang disiapkan di gunungan itu. Warga setempat mengatakan, bila mendapatkan jajan banyak akan melimpah rezekinya, ucapnya.

BACA JUGA  Amankan Kejuaraan Pencak Dor Kota Kediri, Sejumlah 1.125 Personel Polri-TNI Diterjunkan

Sulasno selaku Kepala Desa Kawengan mengatakan, “kegiatan Sedekah Bumi ini rutin dilaksanakan setiap setahun dan sudah menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Desa Kawengan bersama warga, ” Ucap Sulasno mengakhiri wawancara dengan dutaperistiwa.com.

Setelah acara kirim do’a sedekah bumi selesai, pagelaran seni tayub dimulai sehingga masyarakat juga dapat menikmati hiburan budaya, terutama artis-artis tayub lokal yang dihadirkan, diantaranya Juwarti dari Tlapak, Rina dari Banjarejo, dan Marni / Siti dari Klampok.

Pada siang hari pagelaran seni tayub ini ditempatkan di makam Mbah Kenthiri dan malam harinya digelar di depan rumah warga dekat makam.

BACA JUGA  Abaikan Permohonan Informasi, Kades Kasiman Dilaporkan ke Komisi Informasi Jawa Timur

Ditambahkan oleh kepala desa bahwa dirinya berharap, “semoga masyarakat Desa Kawengan selalu diberi kesehatan, selalu guyub rukun dan makmur serta selalu diberikan hasil panen yang melimpah, selain itu semoga di tahun depan kita masih bisa melaksanakan kegiatan seperti ini dan semoga lebih meriah lagi, “tutup Sulasno. (Jon)