REDAKSIONAL, dutaperistiwa.com – Dalam peringatan Hari Media Sosial Nasional (HMSN) 2025, PT. Duta Peristiwa Media menyerukan pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial sebagai pilar transformasi teknologi yang bertanggung jawab. Hal ini ditegaskan oleh Jayusman, selaku Pemimpin Perusahaan, dan Gunaidik, Pemimpin Redaksi Media Online Duta Peristiwa, dalam refleksi bersama menyambut peringatan tahunan yang jatuh setiap 10 Juni.
Jayusman, selaku pemilik PT. Duta Peristiwa Media, menyoroti peran ganda media sosial sebagai sarana demokrasi sekaligus tantangan besar bagi masyarakat digital. “Media sosial telah merevolusi cara kita berinteraksi dan berbisnis, tetapi tanpa literasi yang memadai, ia bisa menjadi pisau bermata dua. Di tangan yang cerdas, medsos adalah kekuatan untuk membangun kolaborasi; sebaliknya, ia bisa memicu disinformasi dan polarisasi,” ujarnya melalui chat WA, Senin (09/06/2025).
Ia menekankan tanggung jawab perusahaan media untuk memimpin edukasi publik. “Sebagai platform berita, kami tak hanya menyajikan informasi, tetapi juga wajib membekali audiens dengan kemampuan verifikasi konten dan kesadaran privasi. Inilah esensi merayakan Hari Medsos Nasional: memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan,” tambah Jayusman.
Sementara itu, Gunaidik, Pemimpin Redaksi Media Online Duta Peristiwa, mengajak seluruh pengguna media sosial untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik budaya berjejaring. “Viralitas bukanlah tujuan akhir. Kita perlu beralih dari konten yang sensasional menuju diskusi yang substansial. Etika digital—seperti menghargai perbedaan, menghindari ujaran kebencian, dan melindungi data pribadi—harus menjadi norma baru,” tegasnya.
Menurut Gunaidik, peran jurnalis dan pemilik platform krusial dalam menciptakan ekosistem medsos yang sehat. “Redaksi kami telah mengadopsi digital fact-checking ketat dan rutin memublikasikan panduan bermedsos. Edukasi ini harus masif, terutama bagi generasi muda yang rentan terpapar hoax,” paparnya.
Data Kemenkominfo 2025 menunjukkan pengguna media sosial di Indonesia mencapai 212 juta, dengan rata-rata waktu penggunaan 3,8 jam per hari. Angka ini mempertegas urgensi kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memperkuat literasi digital.
Hari Medsos Nasional 2025 diharapkan menjadi katalisator gerakan kolektif untuk membangun ruang digital yang inklusif dan beradab. “Mari jadikan medsos sebagai jembatan pemersatu, bukan alat pemecah belah. Selamat Hari Media Sosial Nasional: bijak di dunia maya, damai di dunia nyata,” pungkas Gunaidik.
REDAKSI






