BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Menjelang pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT), Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Kabupaten Bojonegoro, Pusat Madiun, menggelar pelatihan bagi pelatih dan admin UKT, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pusat Latihan (Puslat) SH Terate Gantari Kirana ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kepelatihan sekaligus memperkuat sistem administrasi ujian berbasis digital.
Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua II Bidang Kepelatihan, Endro Setyo Widodo, dengan dihadiri jajaran pengurus cabang serta para pelatih yang turut berperan sebagai pemateri.
Dalam keterangannya, Endro menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya dengan fokus pada penguatan materi ajaran.
“Materi yang diberikan meliputi Senam Toya, Jurus Toya, hingga Kripen lengkap. Selain itu, peserta juga melakukan input data dari jambon ke hijau untuk program tahun 2027,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menyamakan persepsi antar pelatih terkait materi gerak, jurus, serta kripen pasangan sesuai pakem ajaran SH Terate.
Di sisi lain, penerapan sistem administrasi berbasis digital juga menjadi perhatian utama. Para admin UKT dituntut memahami alur penilaian secara komprehensif.
“Setelah data diinput, sistem secara otomatis akan menghasilkan ID card, piagam, hingga sertifikat,” imbuh pria yang akrab disapa Kangmas Endro tersebut.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kualitas pelatih menjadi faktor penentu dalam mencetak warga SH Terate yang unggul.
“Tidak hanya kemampuan mengajar dan mengevaluasi siswa, namun juga penanaman karakter, kedisiplinan, serta etika harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris I SH Terate Bojonegoro, Suroto, menambahkan bahwa pelatihan ini memiliki peran krusial dalam menjaga mutu ajaran sekaligus tata kelola organisasi.
“Tujuan utamanya adalah menyamakan materi jurus, meningkatkan manajemen data siswa melalui sistem informasi, serta memperkuat kepelatihan di tingkat cabang,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 155 peserta yang merupakan perwakilan dari 28 ranting dan 3 komisariat se-Cabang Bojonegoro.
“Setiap ranting mengirimkan tiga pelatih ajaran dan dua admin UKT,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pelatih cabang, di antaranya Ruju, Nur Ali, dan Budi, yang ikut memberikan materi dan penguatan kepada peserta.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan pelaksanaan UKT SH Terate Bojonegoro ke depan semakin profesional, terstandarisasi, serta mampu mencetak generasi pesilat yang tidak hanya tangguh secara teknik, namun juga berkarakter kuat. (Goen)






