GROBOGAN, dutaperistiwa.com – Tradisi sedekah bumi di Dukuh Ngrampaan, Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan tetap digelar dengan penuh khidmat meski dalam kondisi sederhana. Kegiatan tersebut berlangsung di pertigaan dekat musala pada Sabtu Legi (9/5/2026).
Pelaksanaan sedekah bumi dimulai usai salat Dhuhur, di mana warga Dukuh Ngrampaan berkumpul untuk menggelar doa bersama. Tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu Legi di bulan Apid ini menjadi wujud syukur sekaligus upaya melestarikan adat istiadat leluhur.
Ketua RT 03 RW 10, Mahmud, mengungkapkan bahwa pelaksanaan sedekah bumi tahun ini dilakukan secara sederhana. Hal itu tidak lepas dari kondisi pertanian warga yang tengah mengalami gagal panen.
“Sedekah bumi di Dukuh Ngrampaan ini tidak dilaksanakan per dukuhan, melainkan per RT. Tahun ini kami tetap melaksanakan meski sederhana, yang penting tradisi leluhur tetap terjaga,” ujar Mahmud.
Ia menegaskan, meski hasil panen kurang memuaskan, semangat warga untuk menjaga warisan budaya tidak pernah surut.
Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Sugiyono berharap momentum sedekah bumi ini menjadi sarana doa dan harapan bagi warga agar diberi kesabaran serta keberkahan di masa mendatang.
“Semoga warga Ngrampaan diberi kesabaran atas gagal panen tahun ini. Harapan kami, ke depan hasil pertanian bisa lebih baik, dijauhkan dari hama seperti tikus, dan panen bisa melimpah,” tuturnya.
Sugiyono juga berharap tradisi ini mampu membawa keberkahan bagi seluruh warga, baik dari segi ekonomi maupun kehidupan sosial.
“Semoga Dukuh Ngrampaan menjadi wilayah yang gemah ripah loh jinawi, masyarakatnya sejahtera, dijauhkan dari bala, penyakit, dan tetap hidup rukun. Selain itu, sedekah bumi ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga,” imbuhnya.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menambahkan, pelaksanaan sedekah bumi secara per RT memiliki tujuan agar konsumsi yang disediakan tidak terbuang sia-sia.
“Dengan dilaksanakan per RT, makanan bisa lebih terkontrol dan benar-benar dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.
Meski digelar secara sederhana, sedekah bumi di Dukuh Ngrampaan tetap sarat makna. Tradisi ini menjadi bukti kuatnya kebersamaan warga dalam menjaga budaya sekaligus menumbuhkan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (Jono)






