Perhutani KPH Jatirogo Perkuat Sinergi Bersama LMDH dan Petani Hutan Demi Optimalkan Agroforestri

TUBAN I DUTA PERISTIWA – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo terus memperkuat sinergitas bersama masyarakat desa hutan melalui pengembangan program agroforestri berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan sebagai strategi meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos) yang dilaksanakan jajaran Perhutani KPH Jatirogo melalui BKPH Bate bersama pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), serta para petani hutan, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Petak 146 dan 146 D Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sokomedalem, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate tersebut menjadi wadah mempererat koordinasi dan menyatukan persepsi seluruh pihak yang selama ini menjadi mitra Perhutani dalam pengelolaan kawasan hutan berbasis agroforestri.

Dalam suasana diskusi yang berlangsung interaktif, berbagai strategi peningkatan produktivitas lahan dibahas secara mendalam. Mulai dari pemilihan komoditas yang sesuai dengan karakteristik lahan, peningkatan kualitas perawatan tanaman, hingga penguatan peran petani hutan sebagai ujung tombak keberhasilan program agroforestri.

BACA JUGA  Sinergi Lintas Sektoral, Kodim 0721/Blora Amankan Arus Mudik Lebaran 2026

Fokus utama pertemuan tersebut adalah pencapaian target sharing agroforestri Masa Tanam II Tahun 2026. Perhutani bersama seluruh mitra sepakat bahwa keberhasilan program tidak hanya berdampak terhadap peningkatan pendapatan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat desa hutan.

Administratur KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bate menegaskan bahwa komunikasi sosial menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kebersamaan dan memperkuat kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat.

“Melalui kegiatan komunikasi sosial ini kami berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Perhutani, LMDH, TPM, dan petani hutan. Dengan kerja sama yang baik, produktivitas tanaman agroforestri dapat terus ditingkatkan sehingga target sharing agroforestri Masa Tanam II Tahun 2026 dapat tercapai sesuai yang telah direncanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Subur Lestari, Tamaji, menyambut positif kegiatan yang digelar Perhutani. Menurutnya, pertemuan rutin semacam ini sangat penting sebagai sarana bertukar informasi sekaligus mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang dihadapi para petani di lapangan.

“Kami dari LMDH siap mendukung program Perhutani, khususnya dalam pengembangan agroforestri. Melalui koordinasi yang baik dan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis produktivitas tanaman dapat meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota LMDH maupun masyarakat sekitar hutan,” kata Tamaji.

Hal senada disampaikan salah satu petani hutan, Parimin. Ia mengaku komunikasi langsung antara petani dan Perhutani sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul selama proses budidaya tanaman.

“Sebagai petani hutan, kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan. Dengan adanya arahan dan pendampingan dari Perhutani, kami menjadi lebih memahami cara meningkatkan hasil tanaman. Kami siap bekerja sama agar target produksi dan sharing agroforestri yang telah ditetapkan dapat tercapai,” ungkapnya.

Melalui kegiatan komunikasi sosial tersebut, Perhutani KPH Jatirogo kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan yang harmonis bersama masyarakat desa hutan. Sinergi yang kuat antara Perhutani, LMDH, TPM, dan petani hutan diharapkan mampu menciptakan program agroforestri yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. (Marlik)

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights