MALANG | DUTA PERISTIWA – Persoalan sulitnya lapangan pekerjaan bagi generasi muda menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan warga dalam kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Partai Gerindra, Ginanjar Yoni Wardoyo, S.T., M.T., di Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Senin (6/7/2026).
Kegiatan reses yang dihadiri ratusan warga tersebut didominasi kalangan anak muda atau Generasi Z (Gen Z). Mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari terbatasnya lapangan pekerjaan, rendahnya upah, hingga harapan adanya program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda.
Di hadapan konstituennya, Ginanjar menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, bukan sekadar agenda seremonial.
“Reses ini bukan hanya seremonial. Semua masukan warga kami catat dan akan kami perjuangkan dalam rapat komisi maupun Badan Anggaran DPRD Kota Malang, terutama aspirasi dari adik-adik Gen Z yang harus mendapat perhatian serius,” tegas Ginanjar.
Salah satu peserta, Gesang, warga Kelurahan Jatimulyo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih banyak anak muda yang kesulitan memperoleh pekerjaan. Menurutnya, sebagian perusahaan juga masih memberikan upah yang belum sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR), sehingga kondisi tersebut semakin mempersempit peluang generasi muda untuk hidup mandiri.
“Kami berharap pemerintah lebih serius membuka lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan anak muda serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak pekerja,” ungkap Gesang.
Menanggapi keluhan tersebut, Ginanjar berkomitmen akan mendorong Pemerintah Kota Malang, khususnya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), agar menghadirkan program-program pemberdayaan pemuda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat.
Menurutnya, generasi muda harus menjadi prioritas pembangunan karena mereka merupakan aset penting bagi kemajuan Kota Malang.
“Pokok Pikiran (Pokir) saya nanti akan saya prioritaskan untuk kalangan muda. Saya ingin generasi muda di Kecamatan Lowokwaru tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri melalui berbagai program pemberdayaan,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Selain menyerap aspirasi masyarakat, Ginanjar juga menghadirkan petugas dari BNN Kota Malang untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Ia menilai edukasi tentang bahaya narkotika perlu terus dilakukan karena generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Anak-anak muda harus dibekali pemahaman tentang bahaya narkoba agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Masa depan mereka harus kita selamatkan bersama,” katanya.
Melalui kegiatan reses yang berlangsung interaktif tersebut, berbagai aspirasi masyarakat akan menjadi bahan perjuangan Ginanjar di DPRD Kota Malang. Ia berharap usulan yang disampaikan warga dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kalangan pemuda.
Dengan mengedepankan pemberdayaan ekonomi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, Ginanjar optimistis generasi muda Kota Malang akan semakin siap menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa mendatang.
Pewarta : Yuni Ektanta
Editor : Redaksi
Views: 0






