Hadiri Selamatan Bersih Dusun Badut, Anggota DPRD Kota Malang Abu Bakar Apresiasi Pelestarian Budaya yang Dongkrak Ekonomi UMKM

KOTA MALANG | DUTA PERISTIWA – Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Abu Bakar, menghadiri kegiatan Selamatan Bersih Dusun Badut di RW 05, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Minggu (5/7/2026). Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya tersebut dinilai mampu menjadi sarana pelestarian kearifan lokal sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 Juli 2026, dipadati ribuan pengunjung. Sekitar 60 pelaku UMKM turut membuka stan di sepanjang lokasi acara dan merasakan peningkatan omzet berkat tingginya antusiasme masyarakat.

Ketua Panitia, Mahmud, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara berkat semangat gotong royong dan kekompakan warga. Menurutnya, Selamatan Bersih Dusun Badut merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa bersama agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan.

“Selamatan dusun ini lahir dari kebersamaan masyarakat. Tanpa gotong royong dan kerukunan warga, kegiatan sebesar ini tidak mungkin bisa berjalan dengan baik. Kami berharap seluruh masyarakat selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan tradisi yang diwariskan para leluhur tetap lestari,” ujar Mahmud saat memberikan sambutan.

Ia menjelaskan, rangkaian acara diawali dengan Kampung Obor yang dibuka langsung oleh Camat Sukun, Dian Kuntari. Selanjutnya digelar bazar UMKM, pertunjukan seni tradisional, Festival Terbang Jedor, musik keroncong, kirab tumpeng yang diikuti seluruh RT di RW 05, pentas campursari, hingga pengajian umum sebagai penutup pada Senin (6/7/2026).

Menurut Mahmud, tingginya jumlah pengunjung berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan para pelaku UMKM.

“Alhamdulillah, selama dua hari pelaksanaan hampir seluruh pedagang mengaku penjualannya sangat laris. Bahkan banyak yang dagangannya habis sebelum acara selesai. Ini membuktikan bahwa kegiatan budaya bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, sesepuh budaya sekaligus pemangku Sekolah Budaya Tunggul Wulung, Kholik Nuryadi, menegaskan pentingnya melestarikan budaya kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kami ingin anak-anak muda mengenal budaya daerahnya sendiri. Jangan sampai kesenian dan tradisi yang diwariskan leluhur hilang karena tergeser budaya modern. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sesepuh budaya sekaligus pemangku Sekolah Budaya Tunggul Wulung, Kholik Nuryadi (memakai ikat kepala).

Di sela-sela kegiatan, Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi Gerindra, Abu Bakar, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Selamatan Bersih Dusun Badut yang dinilai berhasil mengkolaborasikan pelestarian budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Politisi Gerindra itu mengaku hadir memenuhi undangan Ketua Ranting Gerindra Kecamatan Sukun, Joko, sekaligus ingin melihat secara langsung perkembangan UMKM di kawasan tersebut.

“Saya datang atas undangan Ketua Ranting Gerindra Kecamatan Sukun, Mas Joko, dan ingin melihat langsung bagaimana perkembangan UMKM di sini. Ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi dan ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan. Kegiatan seperti ini harus terus didorong karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Abu Bakar menilai setiap penyelenggaraan kegiatan budaya maupun festival kampung harus selalu melibatkan pelaku usaha lokal agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.

“Harapan saya, setiap kegiatan yang positif dan mampu menarik banyak pengunjung harus memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Pedagang kecil, pelaku usaha rumahan, dan UMKM harus menjadi prioritas agar memperoleh tambahan penghasilan. Ketika UMKM bergerak, roda ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” tegasnya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Malang agar terus memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM melalui pelatihan, promosi, kemudahan perizinan, hingga perluasan akses pemasaran sehingga mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Selain itu, Abu Bakar menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengembangkan sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan, mengingat kawasan Candi Badut berada di wilayah yang berbatasan antara kedua daerah tersebut.

“Kota Malang dan Kabupaten Malang merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Potensi budaya, pariwisata, dan UMKM akan berkembang lebih cepat apabila dibangun melalui kolaborasi yang kuat. Jangan berjalan sendiri-sendiri, karena manfaatnya akan jauh lebih besar jika dikerjakan bersama,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Abu Bakar mengajak masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah.

“Budaya adalah identitas masyarakat Malang. Tradisi Selamatan Bersih Dusun Badut harus terus dijaga karena selain memperkuat kebersamaan warga, juga terbukti mampu menggerakkan perekonomian melalui UMKM. Jangan pernah melupakan leluhur, sebab dari sanalah jati diri masyarakat Malang berasal,” pungkasnya.

Kegiatan Selamatan Bersih Dusun Badut tahun 2026 turut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), serta jajaran Muspika Kecamatan Sukun bersama tokoh masyarakat dan ribuan warga. (Yuni) 

Views: 0

BACA JUGA  Tasyakuran Warga Baru PSHT dan Pembinaan Wawasan Kebangsaan serta Kamtibmas Ranting Sugihwaras
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights