Perhutani KPH Jatirogo Perkuat Sinergi dengan Petani Hutan, Sharing Agroforestri Dongkrak Ekonomi Warga

TUBAN | DUTAPERISTIWA.COM – Perum Perhutani KPH Jatirogo terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat desa hutan sebagai upaya menyukseskan tanaman kehutanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem sharing agroforestri. Sinergi tersebut diwujudkan dengan pendekatan humanis yang mengedepankan komunikasi, kebersamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan komunikasi sosial yang digelar bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Makmur di Petak 165 B, RPH Kaligede, BKPH Bate, Senin (7/7/2026). Kegiatan ini diikuti jajaran Perhutani, pengurus LMDH, serta para pesanggem yang selama ini mengelola lahan agroforestri.

Melalui kegiatan tersebut, Perhutani memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan sistem agroforestri sebagai pola pengelolaan hutan yang memadukan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian. Konsep ini dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi utama hutan sebagai penyangga kehidupan.

BACA JUGA  Perkuat Transformasi Digital, Pemkab Bojonegoro Gelar Coaching Clinic Evaluasi Kinerja Pemerintah

Selain memberikan pemahaman, forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara Perhutani dan masyarakat. Berbagai persoalan yang dihadapi para pesanggem di lapangan dibahas secara bersama agar dapat ditemukan solusi terbaik demi keberhasilan tanaman serta peningkatan produktivitas lahan.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bate, Didi Triarsa, menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan agroforestri sangat bergantung pada kuatnya kolaborasi antara Perhutani, LMDH, dan masyarakat desa hutan.

“Pendekatan humanis menjadi kunci membangun kepercayaan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap para pesanggem semakin memahami pentingnya menjaga tanaman kehutanan sekaligus mengembangkan agroforestri. Selain meningkatkan pendapatan melalui sistem sharing, pola ini juga menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan fungsi hutan,” tegas Didi.

Sementara itu, Ketua LMDH Wono Makmur, Shaleh, menyampaikan apresiasi atas komitmen Perhutani yang terus membangun komunikasi dan pendampingan kepada masyarakat desa hutan.

Menurutnya, sinergi yang selama ini terjalin telah memberikan motivasi kepada para pesanggem untuk lebih bertanggung jawab dalam merawat tanaman sekaligus menjaga kawasan hutan agar tetap lestari.

“Kami siap mendukung seluruh program Perhutani. Kami optimistis melalui kerja sama yang baik, tanaman akan tumbuh optimal, hasil pertanian meningkat, pendapatan masyarakat bertambah melalui sistem sharing, dan kelestarian hutan tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Program agroforestri sendiri menjadi salah satu strategi Perhutani dalam menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dengan pelestarian kawasan hutan. Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, keberhasilan tanaman kehutanan diharapkan mampu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan para petani hutan.

Perhutani KPH Jatirogo berharap sinergi bersama LMDH dan masyarakat desa hutan semakin kokoh sehingga pengelolaan agroforestri dapat terus berkembang sebagai model pengelolaan hutan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekologis, sosial, maupun ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan.

Pewarta : Sumarlik

Editor : Redaksi Duta Peristiwa

 

Views: 0

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights