MALANG, dutaperistiwa.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sebanyak 186 kasus HIV baru hingga Juni 2026, Temuan tersebut diketahui melalui layanan pemeriksaan HIV yang tersedia di 40 fasilitas kesehatan di wilayah Kota Malang.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, DR. dr. Husnul Muarif, M.M., saat wawancara dengan Duta Peristiwa mengenai kondisi terkini HIV/AIDS di Kota Malang.
“Di 2026 ini sampai dengan bulan Juni kemarin sudah ada 186 kasus HIV baru,” ujar Husnul.
Menurutnya, kasus tersebut ditemukan melalui pemeriksaan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit hingga klinik. Banyaknya fasilitas pemeriksaan dinilai mempermudah masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
“Dengan banyaknya layanan ini, masyarakat bisa memeriksakan dirinya sendiri. Kalau memang ada faktor-faktor risiko, kita siapkan untuk pemeriksaan dan tes sukarela,” jelasnya.
Husnul mengatakan, penemuan kasus baru tidak hanya berasal dari masyarakat yang secara mandiri melakukan pemeriksaan. Petugas kesehatan juga dapat menginisiasi tes HIV apabila menemukan tanda atau faktor risiko saat memberikan pelayanan kesehatan.
“Yang ketiga, ada juga dari inisiasi daripada petugas. Begitu diperiksa, kemudian ada tanda-tanda risiko, petugas menginisiasi untuk periksa tes HIV,” ungkapnya.
Selain memperluas akses pemeriksaan, Dinkes Kota Malang juga melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai HIV/AIDS kepada pelajar. Kegiatan tersebut dilakukan salah satunya pada tahun ajaran baru, bersamaan dengan screening kesehatan siswa baru tingkat SMP dan SMA.
“Pada saat screening kelas 1 SMP maupun kelas 1 SMA, kita lakukan beberapa informasi sebelum dilakukan screening, terutama untuk penyakit menular maupun penyakit tidak menular, di antaranya HIV dan TBC,” kata Husnul.
Ia menambahkan, edukasi dan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya Dinkes Kota Malang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Dengan tersedianya 40 layanan pemeriksaan HIV, masyarakat yang memiliki faktor risiko maupun membutuhkan kepastian mengenai kondisi kesehatannya diharapkan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan secara sukarela.
Reporter : Yuni Ektanta
Editor : Redaksi
Views: 9






