Semarak HUT RI ke-81, Warga Desa Wonosari Tuban Bangkitkan Seni Ketoprak Lokal

TUBAN I DUTA PERISTIWA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di berbagai daerah diwarnai beragam kegiatan penuh makna. Mulai dari perlombaan, kirab budaya, hingga pentas seni menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas kemerdekaan yang diraih para pahlawan pada 17 Agustus 1945.

Namun, ada yang berbeda dari perayaan di Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban bagian selatan. Tahun ini, masyarakat setempat memilih mengangkat kembali kesenian tradisional ketoprak sebagai tema utama perayaan, dengan tujuan melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Pentas seni tradisional ketoprak yang diperankan oleh warga lokal tersebut digelar pada Rabu (18/8/2026). Acara berlangsung meriah dan berhasil menarik antusiasme masyarakat. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah Tari Gambyong yang dibawakan secara gemulai oleh para remaja putri Desa Wonosari.

BACA JUGA  Sambut Hari Anak Nasional, Perhutani KPH Jatirogo Edukasi Santri TPQ Al Huda tentang Pentingnya Kelestarian Hutan

Ketua panitia, Paulus, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah berpartisipasi dan menyumbangkan dana. Tanpa keikhlasan mereka, kegiatan ini tentu tidak bisa terlaksana,” ujarnya saat ditemui awak media.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan seniman lokal di desa patut dibanggakan, karena masih mampu bertahan di tengah gempuran budaya modern yang kian masif.

“Kita patut bangga karena di desa ini masih ada para kreator seni yang terus berkarya. Ini menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat,” tambahnya.

Paulus berharap, ke depan pementasan kesenian tradisional tidak hanya digelar pada momentum peringatan HUT RI saja, melainkan juga dapat ditampilkan pada berbagai kesempatan lainnya.

“Kami ingin kesenian tradisional kembali diterima dan dicintai masyarakat. Ini adalah bagian dari jati diri dan karakter bangsa yang saat ini mulai mengalami degradasi,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesenian ketoprak dan budaya lokal lainnya dapat terus lestari serta menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Reporter : Kang Marlik

Editor : Redaksi

Views: 0

Verified by MonsterInsights