BOJONEGORO, dutaperistiwa.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama umat islam menggelar sholat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca panas dan potensi kekeringan. Sholat dilaksanakan di Masjid Baabus Shofa Bojonegoro, Selasa (20/10/2026).
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, kepala OPD serta masyarakat, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan umat islam mengikuti dengan khusyuk sholat istisqa tersebut.
Sholat berjamaah tersebut diimami oleh KH Alamul Huda Masyhur. Sementara itu, khatib dan doa oleh Kepala Kemenag Kabupaten Bojonegoro, Dr. Amanulloh.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan bahwa kondisi cuaca yang sangat panas menjadi perhatian bersama. Terutama karena berpotensi berdampak pada ketersediaan air bagi masyarakat.
“Cuaca sangat panas, suhu di Kabupaten Bojonegoro mencapai 38 derajat Celsius, sedangkan di wilayah Gayam dan Kawengan mencapai 39 derajat Celsius. Tentu ini berdampak pada kekeringan,” ungkapnya.
Bupati menyebutkan, berdasarkan prediksi yang disampaikan, hujan diperkirakan mulai turun pada akhir November atau awal Desember. Sementara itu, musim hujan diperkirakan berlangsung pada Februari. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa, memperbanyak istighfar, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai kesulitan, khususnya terkait kebutuhan air.
“Mari kita sama-sama berdoa, bermunajat, memperbanyak istighfar, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan terus saling membantu serta bergotong royong untuk mengatasi berbagai kesulitan, khususnya air. Semoga setelah ini kita diberikan hujan yang penuh keberkahan,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah yang menyampaikan sambutan mewakili Ketua Takmir Masjid Baabus Shofa menjelaskan bahwa pelaksanaan sholat istisqa merupakan arahan Bupati Bojonegoro sebagai ikhtiar bersama memohon hujan kepada Allah SWT.
Ia juga menyampaikan bahwa Masjid Baabus Shofa merupakan aset Pemkab Bojonegoro yang proses administrasinya telah berjalan di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Ke depan, masjid tersebut diharapkan semakin berkembang sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus tempat singgah bagi masyarakat yang melintas di Kabupaten Bojonegoro.
“Bapak Bupati berpesan agar ke depan masjid ini menjadi masjid yang modern dan memiliki dampak terhadap perekonomian. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi tempat singgah bagi masyarakat yang melintasi Bojonegoro,” jelasnya.
Nurul Azizah juga menyampaikan apresiasi atas arahan Bupati agar masyarakat memanfaatkan kondisi cuaca panas untuk mulai membuat sumur resapan sebagai salah satu upaya menyimpan cadangan air. Diharapkan, langkah tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menjaga ketersediaan air.
Sementara, dalam khutbahnya, Kepala Kemenag Dr. Amanulloh mengingatkan bahwa hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga merupakan rahmat dari Allah SWT. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istigfar, dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Mohonlah kalian kepada Tuhanmu. Hari ini kita bersama Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan masyarakat Bojonegoro mengetuk pintu langit agar hujan turun di Kabupaten Bojonegoro. Semoga doa kita dikabulkan Allah SWT,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus bermunajat dan melakukan ikhtiar semaksimal mungkin, baik di lingkungan masing-masing maupun di rumah, sembari memohon agar Bojonegoro senantiasa mendapatkan rezeki dan rahmat Allah SWT sehingga masyarakat tidak mengalami kekurangan, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan air.
Usai pelaksanaan salat istisqa, suasana akrab terlihat ketika Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah menyapa masyarakat yang hadir. Keduanya juga meluangkan waktu untuk berswafoto bersama warga. Melalui kegiatan ini, Pemkab Bojonegoro mengajak masyarakat untuk memperkuat doa dan ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi cuaca panas, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam menjaga ketersediaan air di Bojonegoro.
Redaksi
Views: 0






