Keramik Teras Rumah Warga Rontok Diduga Dampak Getaran Mobilisasi Rig Moving

TUBAN, dutaperistiwa.com – Lagi-lagi dan mungkin akan selalu terulang lagi, kegiatan Rig Moving milik PDSI yang akan berlanjut di wilayah Distrik Kawengan dihentikan oleh salah satu warga Desa Banyuurip bernama Utomo.

Utomo adalah warga Rt. 01 Rw. 01 Desa Banyuurip Kecamatan Senori Kabupaten Tuban yang keberadaan rumahnya berada persis di pinggir Jalan poros desa yang hampir setiap malam dilewati oleh armada Mobilisasi Moving Rig milik PDSI.

Penghentian Armada Moving dilakukan oleh Utomo pada Jum’at (18/04/2025) sekira pukul 00.30 dini hari. Kejadian berawal saat Utomo terbangun dari tidur karena mendengar suara benda jatuh saat gemuruh dari suara Tuck Trailer pengangkut barang milik Rig PDSI yang melintas di depan rumahnya. Merasa pemasaran dengan adanya suara benda yang jatuh di sekitaran rumahnya, Utomo pun bangun dan keluar rumah untuk melihat dan memastikan suara benda jatuh tersebut. Saat di luar rumah, ternyata Utomo melihat kalau keramik dinding yang ada di teras halaman depan rumahnya sudah rontok dan pecah pecah, yang diduga diakibatkan karena getaran yang ditimbulkan akibat adanya aktivitas Rig Moving yang melintas persis di depan rumahnya, yang sudah berjalan selama beberapa hari.

BACA JUGA  Bojonegoro Thamrin Park Ramai Pengunjung, Berkah bagi para Pedagang Bojonegoro

Melihat kondisi tersebut, Utomo sontak menghentikan Armada Rig Moving yang melintas dengan maksud mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab di lapangan atas kejadian yang menimpa rumahnya.

‘Saya merasa ini perlu dibiicarakan mas karena saya ini sudah capek sama kejadian yang selalu kayak begini.Rumah saya ini sering jadi korban setiap ada kegiatan seperti ini, tapi setiap saya pertanyakan ke pihak yang bersangkutan tidak pernah direspon dan ditindaklanjuti. ya begitulah mas kesannya saling melempar tanggungjawab. Kita disuruh nemui sana nemui sini, ujung-ujungnya kita capek sendiri, “ucap Utomo dengan nada kesal saat ditemui awak media ini, usai menghentikan armada, Jum’at (18/04/2025).

BACA JUGA  Aksi Apik Enam Dalang Cilik Mampu Memukau dan Menghipnotis Ribuan Warga Sambongrejo

Karena adanya penghentian dari warga setempat, akhirnya dari pihak PDSI yang ikut dalam pengawalan dan pengamanan di lapangan, Aris bersama Renaldi menemui Utomo untuk melihat dan memastikan adanya kejadian tersebut.

Setelah melihat dan memastikan adanya beberapa keriuakan keramik dinding rumah milik Utomo yang benar-benar mengalami kerusakan dan banyak keretakan, akhirnya kedua belah pihak berdiskusi untuk menemukan titik tengah atau solusi.

Dalam diskusi tersebut Utomo menuntut pihak PDSI untuk bertanggung jawab atas kerusakan rumahnya yang menurutnya terkena dampak akibat getaran imbas dari truck trailer yang beban beratnya rata-rata di kisaran 30 ton tersebut. Tapi lagi lagi dari pihak Rig PDSI melalui Aris dan Renaldi memberikan jawaban yang cukup menjanjikan dan menggembirakan hati.

BACA JUGA  Inovatif, Mahasiswa KKN 44 Unugiri Ubah Limbah Bonggol Jagung Menjadi Briket Berkualitas Tinggi

“Besok kita akan membawa tim untuk kita pastikan kerusakan ini memang betul-betul ditimbulkan dari getaran jalan yang disebabkan oleh armada kami atau bukan, ” Jelas Aris dengan tutur kata yang lembut dan santai kepada awak media ini.

Dari berbagai kejadian yang ditimbulkan akibat adanya Rig Moving di Distrik Kawengan tersebut akhirnya dapat disimpulkan bahwa ironis dan bahkan bisa dikatakan agak tragis. Betapa tidak, posisi jalan desa yang jalurnya persis di depan rumah yang hanya bersekatkan got kecil antara rumah dan jalan, yang hampir setiap malam dilalui puluhan truk trailer yang beratnya kisaran 30 ton yang dimungkinkan menimbulkan getaran hingga menyebabkan keretakan di beberapa rumah warga, namun warga masih saja sulit untuk mendapatkan solusi apalagi ganti rugi. (Marlik)