Sinergi Aparat dan Pramuka Jaga Kondusivitas Nataru di Kota Malang

Ketua Kwarcab Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, bersama beberapa anggota saka bhayangkara Kota Malang

KOTA MALANG, dutaperistiwa.com – Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) tak hanya menjadi agenda perayaan, tetapi juga ujian kesiapan seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di Kota Malang, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka kembali mengambil peran strategis dengan menerjunkan puluhan personel untuk membantu pengamanan Nataru 2025.

Ketua Kwarcab Pramuka Kota Malang sekaligus Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, menegaskan bahwa keterlibatan Pramuka bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk tanggung jawab sosial yang telah menjadi agenda rutin tahunan.

Ketua Kwarcab Kota Malang, Ginanjar Yoni Wardoyo, bersama beberapa anggota saka bhayangkara Kota Malan

“Setiap akhir tahun kami selalu dilibatkan. Karena pada momen Nataru pasti terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, kemacetan, hingga kerumunan di ruang publik,” tegas Ginanjar kepada Duta Peristiwa.

Ia menyebutkan, pengamanan dilakukan melalui sinergi langsung dengan Polresta Malang Kota, khususnya melalui Satuan Karya Bhayangkara Pramuka. Bahkan, koordinasi teknis telah dibahas secara khusus dalam rapat bersama kepolisian, termasuk pembagian wilayah tugas.

“Awalnya hanya Saka Bhayangkara sekitar 30–50 personel. Namun kini diperkuat Dewan Kerja Ranting di lima kecamatan, yakni Sukun, Lowokwaru, Blimbing, Kedungkandang, dan Klojen,” jelasnya.

Setiap kecamatan akan menurunkan 5 hingga 10 personel Pramuka yang bertugas langsung di wilayah masing-masing. Skema ini dinilai lebih efektif karena pengamanan dilakukan secara merata dan berbasis wilayah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, S.S, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antar Satuan Karya Pramuka agar kontribusi mereka di lapangan semakin terarah dan berdampak nyata.

Ginanjar, Ketua Kwarcab Kota Malang bersama Amithya, Ketua DPRD Kota Malang

“Peran Pramuka selama ini sudah cukup besar. Tinggal bagaimana kolaborasinya diperkuat agar lebih terstruktur dan efektif,” ujarnya.

Keterlibatan aktif Pramuka dalam pengamanan Nataru ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengamanan bukan semata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah, legislatif, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Dengan sinergi tersebut, diharapkan pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Malang berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (Yuni)

BACA JUGA  Tak Ada Kesepakatan, Warga Sambong dan Pojokwatu Akan Tetap Blokade Jalan
Verified by MonsterInsights