Blora Tunjukkan Komitmen Nyata Dukung Gerakan Jateng ASRI

BLORA, dutaperistiwa.com – Pemerintah Kabupaten Blora menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah).

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, saat mengikuti pencanangan gerakan tersebut secara daring bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, pada Selasa (24/2/2026).

Kegiatan interaksi virtual ini dipusatkan di Komplek Kuliner Koplakan dan dihadiri oleh Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, jajaran Forkopimda, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Blora.

Di saat yang sama, pusat pencanangan Gerakan Jateng ASRI berlangsung di Pantai Jodo, Kabupaten Batang, bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

BACA JUGA  Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Arief Resmikan Kandang Petelur Merah Putih di Kebonrejo

Dalam dialognya bersama Gubernur, Bupati Arief Rohman mengungkapkan bahwa Blora telah meluncurkan gerakan serupa yang selaras dengan nama kepemimpinannya.

“Kebetulan kami pasangan ASRI juga (Arief Rohman–Sri Setyorini). Gerakan Blora ASRI ini sudah kami instruksikan hingga tingkat kecamatan, desa, RT, dan RW, termasuk menyasar pondok pesantren serta seluruh unit sekolah negeri,” ungkapnya.

Aksi Nyata dan Pengolahan Sampah Modern

Bupati menjelaskan bahwa komitmen kebersihan ini tidak hanya sekadar seremonial. Setiap hari Jumat dan Selasa, seluruh OPD telah diterjunkan ke titik-titik yang telah ditentukan, mulai dari sepanjang jalan protokol Kota Blora hingga wilayah Cepu untuk melakukan aksi bersih-bersih.

BACA JUGA  Pemkab Bojonegoro Dorong Pendidikan Berkualitas STTM AR Fachruddin, Kolaborasi Wujudkan Kemajuan Daerah

Sebagai rangkaian HPSN, kegiatan diawali dengan apel bersama di Alun-alun Blora, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan massal di sepanjang Jalan Mr. Iskandar hingga kawasan Kaliwangan. Aksi ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat luas.

Tak hanya berhenti di aksi bersih-bersih, Pemkab Blora juga melakukan terobosan dalam pengelolaan sampah dengan menggandeng sektor swasta.

“Kami telah menjalin MoU dengan PT Semen Gresik. Mengingat keterbatasan anggaran, kami menggandeng mitra swasta untuk mengolah sampah dari wilayah Blora dan Cepu. Nantinya, sampah tersebut akan disetorkan ke fasilitas pengolahan di Rembang,” jelas Bupati Arief.

Target Zero Waste 2029

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi ini mengingat volume sampah di Jawa Tengah mencapai 6,36 juta ton per tahun, dengan baru 60 persen yang terkelola optimal. Ia mendorong seluruh daerah untuk bergerak serentak demi mencapai target nasional Zero Waste 2029.

BACA JUGA  Melalui Program Adiwiyata, Pemkab Bojonegoro Wujudkan Pendidikan Berbasis Lingkungan yang Berkelanjutan

Melalui partisipasi aktif ini, Pemkab Blora mempertegas posisinya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Redaksi

Verified by MonsterInsights