Malang Darurat Bunuh Diri Mahasiswa, DPRD Dorong Gerakan Entrepreneurship

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Dr. Indra Permana saat menemui sejumlah mahasiswa di ruangannya

MALANG, dutaperistiwa.com — Fenomena meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa di Kota Malang menjadi sorotan serius berbagai pihak. Status Malang sebagai kota pendidikan dinilai sedang menghadapi ujian besar, seiring munculnya pola kasus yang dinilai tidak lagi bisa dianggap sebagai persoalan individu semata.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Dr. Indra Permana, menegaskan bahwa fenomena ini mencerminkan adanya persoalan sistemik dalam membangun ketahanan generasi muda.

“Ini bukan sekadar kasus personal. Ketika terjadi berulang, berarti ada kelemahan dalam sistem yang harus segera kita benahi,” ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang, Dr. Indra Permana saat menemui sejumlah mahasiswa di ruangannya

Menurutnya, tekanan yang dihadapi mahasiswa saat ini semakin kompleks. Selain tuntutan akademik, mereka juga dihadapkan pada ekspektasi untuk sukses di usia muda serta tekanan sosial di ruang publik. Namun, tidak semua mahasiswa memiliki kesiapan mental yang memadai untuk menghadapi kondisi tersebut.

Ia menilai, sistem pendidikan saat ini masih terlalu berfokus pada capaian akademik, namun belum optimal dalam membentuk karakter, daya juang, dan kemandirian. Akibatnya, ketika menghadapi kegagalan atau tekanan hidup, sebagian mahasiswa kehilangan arah bahkan harapan.

Sebagai solusi, Indra mendorong lahirnya gerakan entrepreneurship di kalangan mahasiswa sebagai langkah strategis dan berkelanjutan. Ia menilai, kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga mampu membentuk mentalitas yang tangguh.

“Dalam dunia usaha, seseorang dilatih menghadapi kegagalan, berpikir solutif, serta membangun ketahanan dalam tekanan. Ini penting untuk membentuk karakter mahasiswa,” jelasnya.

Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan produktif seperti entrepreneurship, lanjutnya, cenderung memiliki kepercayaan diri lebih tinggi, daya tahan mental yang kuat, serta orientasi masa depan yang lebih jelas.

Untuk itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendukung gerakan tersebut. Dukungan yang dimaksud meliputi penyediaan inkubator bisnis mahasiswa, akses permodalan yang terjangkau, program mentoring dari pelaku usaha, hingga penyediaan ruang aktualisasi yang sehat bagi generasi muda.

Selain itu, penguatan leadership juga dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan hidup.

“Kita tidak ingin kehilangan generasi muda hanya karena mereka tidak siap menghadapi tekanan kehidupan,” tegasnya.

Ia berharap, ke depan Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan, tetapi juga sebagai kota yang mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

“Ukuran keberhasilan bukan sekadar jumlah lulusan, tetapi seberapa kuat generasi muda kita dalam menghadapi kehidupan,” pungkasnya. (Yuni) 

BACA JUGA  Pajak Daerah Tembus Rp 890,2 Miliar, DPRD Kota Malang Dorong Penguatan Sistem Menuju 2026
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights