BLORA, dutaperistiwa.com — Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora menyelenggarakan acara Halalbihalal keluarga besar bersama Bupati dan Wakil Bupati di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (14/4/2026).
Mengusung tema “Melalui Kegiatan Halalbihal PWRI akan Mewujudkan Guyub Rukun Paseduluran Saklawase”, acara ini berlangsung meriah dan penuh keakraban.
Ketua Panitia, Pujianto Said, SE., M.Si. (mantan Sekwan DPRD Blora), melaporkan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh 250 peserta.
Undangan terdiri dari pengurus PWRI dan Kerta tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Kelurahan. Turut hadir para purnatugas dari berbagai organisasi seperti Pepabri, Macab LVRI, DHC 45, IPPK, Setyo Rukun, dan PP Polri Kabupaten Blora.
Dalam laporannya, Pujianto Said memotivasi para peserta untuk membumikan sesanti PWRI: “Setiap detik berbuat baik dan setiap melangkah untuk beribadah”.
Suasana semakin gayeng saat hadirin mempraktikkan tepuk tangan ala Wredatama 5A: Awak Sehat, Ati Seneng, Awet Uripe, Ana Gunane, Ajek Ibadahe.
Kemeriahan berlanjut dengan hiburan lagu jenaka dari H. Winarno, S.Sos. (mantan Kepala Inspektorat Blora), disusul penampilan religius HM. Kusnanto, SH. (Ketua DHC 45/mantan Ketua DPRD Blora) yang membawakan lagu “Keagungan Tuhan”, membawa suasana menjadi syahdu dan damai.
Ketua PWRI Kabupaten Blora, Ir. H.Bambang Sulistya, M.MA., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas situasi nasional yang tetap kondusif. Ia memuji kepemimpinan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, yang berhasil menjaga stabilitas harga BBM di tengah ketegangan konflik Amerika Serikat dan Iran.
Bambang juga mengapresiasi dukungan Bupati sehingga PWRI tetap bisa menggelar acara di Pendopo dengan manajemen “GG” (Gratis-Gratisan) meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Uniknya, mantan Sekda Blora itu memperkenalkan filosofi Halalbihalal ala “MBG”—bukan Makan Bergizi Gratis, melainkan:
M (Meningkatkan): Mempererat silaturahmi demi mewujudkan situasi kondusif dan guyub rukun paseduluran sak lawase.
B (Bersihkan Diri): Membersihkan dosa sosial melalui ritual saling memaafkan.
G (Gawe Guyu): Menjadikan halalbihalal sebagai wahana menghibur diri di tengah situasi sulit.
Sambil melontarkan pantun dan mengutip lagu legendaris Waljinah “Ayo Guyu”, Bambang mengajak seluruh anggota untuk tetap optimis menyongsong tahun 2027.
Bupati Blora yang diwakili oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), Mohammad Toha Mustofa, S.Si., M.Kes., memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya acara yang unik dan menghibur ini.
Ia mengaku termotivasi oleh semangat para purnatugas yang tetap aktif memberikan sumbangsih pemikiran bagi pembangunan daerah.
“Bupati berpesan agar para Wredatama tetap menjadi teladan di masyarakat dalam menciptakan kerukunan, serta menjadi garda depan dalam menghentikan penyebaran berita hoaks dan fitnah,” ujar Toha Mustofa.
Acara kemudian ditutup dengan tausiah hikmah oleh Ustadz Sofyan, S.H.I., yang menekankan pentingnya reformasi diri pasca-Ramadan layaknya ulat menjadi kupu-kupu, serta pembagian doorprize menarik berupa enam unit sepeda pancal dan berbagai hadiah lainnya.
Redaksi






