Optimalkan Potensi Atlet, Kodrat Jatim Gelar Pelatihan Seni Gerak Tarung Derajat di Kota Malang

Cahyo Harjo Prakoso, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua II Binpres Kodrat Jatim (paling kiri), Erwin H. Poedjono, Ketua Harian Kodrat Jatim (tengah) dan R. Purwono Tjokro Darsono, Ketua Kodrat Kota Malang, dan Pembina IWO-I DPD Malang Raya (paling kanan)

MALANG, dutaperistiwa.com – Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengprov Kodrat) Jawa Timur menggelar pelatihan khusus seni gerak di Kota Malang. Pelatihan ini diadakan sebagai langkah strategis untuk mendongkrak prestasi atlet Jawa Timur, khususnya pada kelas seni gerak yang dinilai masih tertinggal dibandingkan dengan daerah lain.

Ketua Harian Kodrat Provinsi Jawa Timur, Erwin Hari Cahyo Pujono, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk memproyeksikan performa atlet menyongsong kejuaraan terdekat, yaitu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Setelah itu, para atlet akan diseleksi kembali untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kenapa kita mengadakan pelatihan seni gerak? Karena atlet Jawa Timur khususnya di cabang Tarung Derajat kelas seni gerak itu masih tertinggal dibanding daerah-aerah lain. Sementara untuk kelas tarung (komite), kita sudah ada peningkatan baik di PON Aceh maupun PON Kudus kemarin,” ujar Erwin saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

Erwin juga menjelaskan alasan dipilihnya Kota Malang sebagai tuan rumah pelatihan. Selain karena fasilitas di Stikes Malang yang memadai, Kota Malang juga dikenal memiliki segudang prestasi dan menyumbang banyak atlet potensial untuk Jawa Timur. Lewat pelatihan ini, daerah lain juga diharapkan bisa belajar dari keberhasilan Kota Malang.

Untuk memastikan materi yang diberikan maksimal, Kodrat Jatim mendatangkan langsung guru besar dari perguruan pusat, yaitu **Sang Guru Rimba** dan **Sang Guru Putri**, guna mengawal pembinaan atlet sejak usia dini. Mengingat batasan usia emas untuk kelas seni gerak berada di usia muda (Porprov membatasi usia maksimal 21 tahun), pembekalan dasar yang kuat dinilai sangat krusial.

Cahyo Harjo Prakoso, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua II Binpres Kodrat Jatim (paling kiri), Erwin H. Poedjono, Ketua Harian Kodrat Jatim (tengah) dan R. Purwono Tjokro Darsono, Ketua Kodrat Kota Malang, dan Pembina IWO-I DPD Malang Raya (paling kanan)

Sukses Prestasi dan Sukses Organisasi

Senada dengan Erwin, Cahyo Harjo Prakoso yang menjabat sebagai Kabid Binpres (Bina Prestasi) Kodrat Jatim sekaligus Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, memberikan dukungan penuh terhadap agenda ini.

Sebagai mitra kerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta KONI Jatim, Cahyo menegaskan komitmennya untuk memastikan Tarung Derajat Jatim tidak hanya meraih kesuksesan di bidang prestasi regional maupun nasional, tetapi juga sukses dalam tata kelola organisasi.

Cahyo menekankan bahwa pelatihan ini sangat istimewa karena para atlet dan pelatih muda tidak hanya diajarkan pemahaman teknik gerakan yang sempurna, melainkan juga dibekali pemahaman filosofi mendalam di balik setiap gerakan seni gerak tersebut.

“Kita berharap ini tidak hanya meningkatkan kualitas atlet tingkat provinsi, tetapi mampu menularkan ke teman-teman di daerah agar memiliki standardisasi teknik yang sama di tingkat kabupaten/kota. Akhirnya, muncul persaingan yang sehat, kompetitif, dan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi sekaligus memiliki karakter disiplin khas Tarung Derajat yang sesungguhnya,” tutur Cahyo.

Menutup Kekurangan, Targetkan Emas di PON 2028

Pelatihan intensif ini juga mendapatkan atensi dan penegasan penting dari Ketua Pengurus Kodrat Kota Malang sekaligus Pembina IWO-I DPD Malang Raya, R. Purwono Tjokro Darsono. Purwono menjelaskan bahwa pelatihan bagi para pelatih seni gerak ini merupakan langkah nyata untuk mengevaluasi sekaligus menutup kekurangan prestasi di sektor seni gerak Jawa Timur.

Menurutnya, capaian Jawa Timur dalam ajang PON sebelumnya sudah menunjukkan taji yang luar biasa di kelas tarung (komite), namun masih perlu digenjot di kelas seni gerak.

“Pelatihan pelatih untuk seni gerak ini dalam rangka untuk kita menutupi kekurangan kita. Di PON Aceh kemarin itu kita bisa dapat dua emas untuk tarung. Nah, kemudian untuk seni geraknya ini kita belum meraihnya,” ungkap Purwono.

Melalui standarisasi dan pembekalan khusus dalam agenda ini, Purwono menaruh harapan besar agar ketertinggalan tersebut dapat segera dikejar, sehingga Jawa Timur mampu menyapu bersih medali di kancah nasional mendatang.

“Sehingga kita berharap dengan mengadakan pelatihan khusus seni gerak ini, harapan kita, kita bisa ada tambahan raihan emas lah nanti di PON 2028,” pungkasnya optimis.

Melalui sinergi kuat antara komitmen pengprov, bimbingan intensif dari guru besar perguruan pusat, serta determinasi pengurus daerah seperti di Kota Malang, para atlet kini didorong untuk optimis menatap masa depan yang cerah di bawah naungan Tarung Derajat Jawa Timur. (Yuni)

BACA JUGA  Cegah Tindak Kriminalitas Jelang Waktu Sahur, Polsek Purwosari Patroli di Lingkungan Warga
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights