MALANG, dutaperistiwa.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI secara serentak di Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Ascent Premiere, Minggu (25/04/2026), ini menjadi bagian penting dalam agenda konsolidasi partai sekaligus penguatan struktur hingga ke tingkat bawah.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Jatim, I Made Riandiana Kartika, menjelaskan bahwa Musancab merupakan agenda rutin lima tahunan yang digelar setelah tahapan Kongres, Konferda, dan Konfercab.
Menurutnya, Musancab tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepengurusan, namun juga momentum strategis untuk melakukan regenerasi kader secara menyeluruh hingga ke tingkat ranting dan anak ranting.
“Kota Malang ini menjadi lokasi ke-36 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Setelah ini tinggal Sumenep,” ujarnya saat diwawancarai.
Dalam pelaksanaan Musancab VI ini, DPD PDI Perjuangan Jatim juga menekankan kebijakan inklusif, khususnya terkait keterwakilan perempuan dan generasi muda. Setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) diwajibkan memenuhi kuota minimal 30 persen perempuan atau setidaknya empat orang dari total 11 pengurus.
Tak hanya itu, keterlibatan generasi milenial juga menjadi perhatian serius. Setiap struktur PAC diwajibkan memiliki minimal tiga kader berusia di bawah 35 tahun, bahkan satu di antaranya harus menempati posisi strategis seperti Ketua, Sekretaris, atau Bendahara.
Made menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus partai agar siap menghadapi dinamika politik ke depan.
“Kami menginginkan generasi muda terlibat dalam kegiatan politik untuk bersama-sama memikirkan nasib bangsa ini,” tegasnya.
Sementara itu, di lokasi yang sama, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyampaikan apresiasinya atas jalannya konsolidasi partai yang dinilai berlangsung solid.
Menurutnya, proses pemilihan kepengurusan yang berjalan cepat menjadi indikator kuatnya komunikasi dan kedekatan antar kader di berbagai wilayah.
“Kami melihat konsolidasi berjalan sangat baik. Ini menunjukkan kesolidan kader di Kota Malang,” ungkapnya.
Amithya juga menekankan pentingnya menjaga komposisi kepengurusan yang inklusif, dengan target keterwakilan perempuan minimal 30 persen serta keterlibatan generasi muda (Gen Z) sekitar 20 persen.
Ia menilai kehadiran kader muda akan membawa perspektif baru dalam memahami persoalan masyarakat sekaligus memperkuat peran advokasi partai di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Dengan terselenggaranya Musancab VI ini, PDI Perjuangan Jawa Timur optimistis mampu memperkuat soliditas internal serta menyiapkan kader-kader potensial menuju agenda politik ke depan. (Yuni)






