BLORA, dutaperistiwa.com – Tradisi tahunan Sedekah Bumi Desa Gersi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, kembali digelar dengan khidmat dan penuh semarak pada Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum pelestarian adat sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan hasil bumi.
Sejak pagi hari, rangkaian acara diawali dengan kirab ancab sebanyak 15 gunungan yang diberangkatkan dari depan Balai Desa Gersi menuju sendang. Tradisi kirab ini telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut dan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Sesampainya di lokasi sendang, Kepala Desa Gersi, Dinal Candra Raden Jimstark, S.Pd., melakukan ritual di makam yang berada di sebelah barat sumur sendang. Selanjutnya, ia memimpin doa bersama warga sebagai wujud permohonan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Usai doa bersama yang dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB, sebanyak 15 gunungan tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang telah menunggu di sekitar sendang. Suasana pun berlangsung penuh antusias, dengan masyarakat berebut gunungan yang diyakini membawa berkah.
Dalam keterangannya, Kepala Desa Gersi menyampaikan bahwa tradisi Sedekah Bumi di desanya sejak dahulu identik dengan pagelaran seni wayang golek. Namun, dalam beberapa tahun terakhir sempat diganti dengan wayang kulit karena keterbatasan dalang wayang golek.
“Tahun ini kita kembali menghadirkan wayang golek karena sudah ada generasi penerus, yaitu Ki Dalang Ki Sampan dari Dukuh Jasem, Desa Jepangrejo, Kecamatan Kota Blora,” ujarnya.
Ia menambahkan, pagelaran wayang golek digelar dua sesi, yakni siang hari di area sendang dengan lakon Joko Tani, serta malam hari di lapangan sebelah utara Balai Desa dengan lakon Imam Sumongso Dadi Ratu.
Kehadiran kembali seni wayang golek ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang sesepuh desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa nuansa Sedekah Bumi tahun ini terasa lebih kuat, baik dari sisi budaya maupun nilai spiritualnya.
“Sedekah bumi kali ini terasa lebih sakral dan meriah. Sejak dulu, kalau ada sedekah bumi pasti ada wayang golek. Tahun ini warga juga sangat antusias datang ke sendang,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan salah satu perangkat desa yang menilai bahwa pelaksanaan tahun ini jauh lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain warga lokal, banyak pengunjung dan pedagang turut memadati lokasi kegiatan.
“Kami merasa bangga dan bahagia melihat antusiasme masyarakat. Semoga ke depan bisa lebih meriah lagi,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Kepala Desa Gersi berharap agar tradisi Sedekah Bumi ini terus terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh warga, khususnya dalam sektor pertanian.
“Mudah-mudahan warga selalu diberikan keselamatan, hasil pertanian melimpah, dan bagi yang sakit segera diberikan kesembuhan,” pungkasnya. (Jono)






