Tradisi Gas Desa Sendang Klampok, Wujud Syukur Panen dan Perekat Silaturahmi Warga

BLORA, dutaperistiwa.com – Beragam cara dilakukan masyarakat untuk mensyukuri hasil panen sekaligus mempererat tali silaturahmi. Seperti yang dilakukan warga Dukuh Sendang Klampok, Desa Tempurejo, Kecamatan Blora, Jawa Tengah, dengan menggelar tradisi tahunan Gas Desa atau yang lebih dikenal dengan Sedekah Bumi, Selasa (5/5/2026).

Tradisi leluhur ini berlangsung meriah dengan digelarnya kirab gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala Desa Tempurejo, Kanthi Rahayu, menyampaikan bahwa kegiatan Gas Desa di Dukuh Sendang Klampok menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menjaga tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan.

“Kirab gunungan hasil bumi yang berlimpah menjadi simbol keberkahan yang patut disyukuri bersama,” ujarnya.

Dalam arak-arakan tersebut, warga menampilkan berbagai hasil pertanian seperti padi, jagung, kedelai, hingga aneka sayuran. Gunungan juga dihiasi olahan makanan, jajanan tradisional, serta buah-buahan yang menjadi daya tarik tersendiri.

“Gunungan tersebut diarak menuju sendang, kemudian dikumpulkan dan didoakan bersama. Setelah itu, dibagikan kepada masyarakat yang hadir dalam acara bancakan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu warga, Kimin, menambahkan bahwa gunungan tidak hanya berisi hasil bumi, tetapi juga berbagai olahan khas seperti pasung, boges, dumbeg, tape ketan, hingga produk kerajinan lokal.

“Ini melambangkan kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi masyarakat Dukuh Sendang Klampok,” ungkapnya.

Menurutnya, arak-arakan gunungan hasil bumi membuat suasana Gas Desa semakin semarak dan sarat makna.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” imbuh Kanthi Rahayu.

Tak hanya itu, rangkaian hiburan turut memeriahkan acara, mulai dari pertunjukan barongan, musik dangdut, hingga pentas ketoprak pada malam puncak sebagai wujud pelestarian budaya lokal.

Tradisi Gas Desa ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal masih terjaga dan terus dilestarikan oleh masyarakat sebagai warisan budaya yang penuh nilai kebersamaan dan rasa syukur. (Joko/Goen) 

BACA JUGA  Borong 2 Emas 1 Perak dan 7 Perunggu, Kontingen Bojonegoro Terus Menyala di Porprov Jatim 2025
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights