BLORA, dutaperistiwa.com – Tradisi Sedekah Bumi di Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora berlangsung meriah dengan menghadirkan pagelaran seni drama ketoprak Wono Budoyo. Kesenian tradisional ini dipimpin oleh Ny. Hariyanti Juwadi dari Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, dan digelar pada Sabtu Wage (2/5 2026), di lokasi sendang Dukuh Boto.
Sebelum pertunjukan dimulai, warga dari berbagai dukuh seperti Boto, Geneng, dan Bendo berbondong-bondong membawa tumpeng menuju sendang untuk dikajadkan dan didoakan bersama. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Usai doa bersama, pagelaran ketoprak mulai digelar sekitar pukul 13.00 WIB dan berlangsung siang hingga malam hari di area sendang. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, dengan banyaknya warga yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
PJ Kepala Desa Sendangwungu, Suiswari, menyampaikan bahwa sedekah bumi merupakan agenda rutin tahunan yang selalu dilaksanakan dengan dukungan penuh masyarakat.
“Sedekah bumi ini adalah wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah yang diberikan. Harapannya, seluruh warga Desa Sendangwungu senantiasa diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, serta keberkahan dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, sejak menjabat sebagai PJ Kepala Desa pada 23 November 2023, pihaknya terus berupaya menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang ada di tengah masyarakat.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kehadiran ketoprak Wono Budoyo menjadi daya tarik tersendiri dalam perayaan tahun ini.
“Biasanya hanya digelar semalam, tapi sekarang sehari semalam. Apalagi ini pertama kalinya Wono Budoyo tampil di Sendangwungu, tentu semakin menambah kemeriahan. Penonton juga sudah mulai berdatangan sejak awal,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tradisi sedekah bumi tetap lestari sekaligus menjadi sarana hiburan rakyat yang memperkuat nilai kebersamaan dan budaya lokal. (Jono)






