Operasi Senyap, Bea Cukai Malang Bongkar Peredaran Arak Bali Ilegal di Blitar

MALANG, dutaperistiwa.com – Aksi sigap aparat kembali membuahkan hasil. Tim dari Bea Cukai Malang berhasil membongkar distribusi minuman keras ilegal jenis arak Bali tanpa pita cukai dalam sebuah operasi senyap pada Sabtu dini hari (09/05/2026).

Pengungkapan ini bermula dari informasi intelijen yang diterima sekitar pukul 00.30 WIB. Petugas mendapatkan laporan adanya kendaraan minibus putih yang diduga mengangkut barang kena cukai (BKC) ilegal dari wilayah Malang menuju Blitar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung bergerak melakukan patroli dan pemantauan jalur distribusi. Hasilnya, kendaraan target terdeteksi melintas di wilayah Sumberpucung dan terus bergerak ke arah Kabupaten Blitar.

BACA JUGA  Beredar Akun WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Pj Bupati Bojonegoro, Warga Diminta Waspada

Tak ingin kehilangan jejak, petugas melakukan pengejaran hingga masuk wilayah Blitar. Dalam prosesnya, koordinasi dilakukan dengan tim Bea Cukai setempat guna memperkuat upaya penghentian. Setelah pengejaran intens, kendaraan akhirnya berhasil dihentikan di Jalan Raya Selorejo, Kecamatan Selorejo.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan muatan sebanyak 44 koli berisi 2.298 botol arak Bali tanpa pita cukai, dengan total volume mencapai 1.378,8 liter. Sopir beserta barang bukti langsung diamankan untuk proses lebih lanjut di kantor Bea Cukai Malang.

BACA JUGA  Ancam Petugas Saat Curi Kayu Sonokeling, Dua Puluh Pria Diamankan Polres Blora

Dari hasil penindakan tersebut, nilai barang diperkirakan mencapai Rp91,9 juta, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp139,2 juta.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Johan Pandores, menegaskan bahwa peredaran minuman beralkohol ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga membahayakan masyarakat karena tidak melalui pengawasan yang sesuai ketentuan.

Ia juga menambahkan bahwa penerimaan negara dari sektor cukai sejatinya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kesadaran bersama untuk menekan peredaran barang ilegal di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Kecelakaan Maut di Malo Bojonegoro, Remaja Pengendara Motor Tewas di Tempat

Publik mencatat, keberhasilan ini menjadi bukti komitmen aparat dalam menjaga stabilitas penerimaan negara sekaligus melindungi masyarakat dari dampak negatif peredaran minuman ilegal. (Yuni) 

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights