Rayakan Tradisi Sedekah Bumi, Warga Dukuh Tapen Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

TUBAN I DUTA PERISTIWA – Ribuan warga dan penonton memadati lapangan yang berada di dekat sendang Dukuh Tapen, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Minggu malam (14/06/2026). Mereka hadir untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dalam rangka tradisi tahunan Sedekah Bumi yang menjadi warisan budaya masyarakat setempat.

Suasana meriah mulai terasa sejak pukul 21.00 WIB saat pagelaran wayang kulit dengan dalang kondang asal Rembang, Ki Sigid Ariyanto resmi dimulai. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Tidak hanya warga Dukuh Tapen, sejumlah penonton dari desa-desa sekitar juga turut hadir untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Salah satu warga Dukuh Tapen, Darsono, saat ditemui awak media menjelaskan bahwa pelaksanaan Sedekah Bumi tahun ini tetap dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni melalui swadaya dan gotong royong masyarakat.

“Ya beginilah Mas, untuk Dukuh Tapen tetap seperti tahun-tahun lalu. Kami menggalang dana dari swadaya dan partisipasi seluruh warga masyarakat agar kegiatan ini dapat terlaksana. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Raditya, salah satu tokoh pemuda Dukuh Tapen yang turut mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan para pemuda merupakan bentuk kepedulian terhadap pelestarian tradisi budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Kami tidak ingin banyak bicara, yang penting kami ikhlas membantu dan mendukung apa yang telah disepakati bersama oleh panitia dan pemerintah desa. Selebihnya kami serahkan kepada panitia dan desa. Kami hanya mengikuti arahan serta keputusan yang telah ditetapkan,” kata Raditya.

Tradisi Sedekah Bumi sendiri merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, kesehatan, serta keberkahan hasil bumi yang diterima selama ini. Selain sebagai sarana doa bersama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

Melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk, masyarakat Dukuh Tapen berharap nilai-nilai budaya, gotong royong, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Marlik)

BACA JUGA  PN Cikarang Sebarkan Narasi Hoaks, IWO Indonesia Datang Bukan Bersilaturahmi Melainkan Mengembalikan Uang
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights