Lestarikan Seni Tradisional, PKK Desa Wonosari Senori Giatkan Berlatih Gamelan

TUBAN, dutaperistiwa.com – Padatnya program kegiatan yang sudah menjadi agenda dari ibu-ibu yang tergabung dalam Organisasi PKK Desa Wonosari Kecamatan Senori Kabupaten Tuban tidak menjadi halangan yang mempengaruhi atau menyurutkan semangat dari para anggota untuk berlatih Kesenian Tradisonal Musik Gamelan. Hal itu tampak dari cara mereka saat memainkan/menabuh berbaagai macam jenis dari alat Musik khas Jawa tersebut.

Rutinitas kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu PKK Desa Wonosari Kecamatan Senori Kabupaten Tuban ini sudah berjalan dan berlangsung sejak lima bulan yang lalu, dengan tujuan untuk mempertahankan dan melestarikan seni musik tradisional gamelan yang saat ini sudah kurang diminati oleh khalayak masyarakat karena kuatnya desakan tradisi dan budaya modern yang identik dengan tradisi luar atau kebarat-baratan.

Kegiatan yang dipromotori oleh Ketua Tm Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga/TP PKK Desa Wonosari, Ibu Sri Wihati ini adalah bentuk wujud kepedulian dari masyatakat dalam menjaga dan melestarikan warisan tradisi seni budaya nasional.

BACA JUGA  Hadir di Musyda Muhammadiyah Blora, Bupati Mengapresiasi Positif Kontribusi Muhammadiyah Untuk Kabupaten Blora

Ditemui sela-sela waktu latihan gamelan, Selasa (06/01/2025) malam, Sri Wihati menjelaskan, “sebagai Tim Penggerak yang mempunyai beban dan tanggung jawab untuk memberdayakan Organisasi PKK, menurut kami pemberdayaan dari kaum Ibu-ibu tidak harus berhenti di program penyuluhan ataupun pelatihan di bidang kesejahteraan saja, berlatih Gamelan ini juga bisa dijadikan sarana untuk membuat seluruh anggota PKK lebih trampil dan berwawasan Luas. “Ucap Sri Wihati.

BACA JUGA  Mahasiswa RPL Desa S1 UNY Diwisuda, Bupati Bojonegoro: Buat Karya Nyata Untuk Warga

Sri Wihati sebagai Leadership atau motor dari berjalannya kegiatan seni tersebut juga menambahkan, “tidak ada batasan bagi kami/Organisasi PKK, untuk selalu kreatif dan berkreasi di berbagai bidang. Seni Gamelan menurut kami juga sangat penting untuk diangkat di tengah masyarakat, agar menjadi kembali lestari, “tegas Sri wihati di akhir wawancara dengan dutaperistiwa.com.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa memang benar apa yang disampaikan Sri Wihati, bahwa Seni Gamelan yang sudah diakui oleh UNESCO, yaitu salah satu organisasi besar dunia di bawah naungan PBB yang bergerak di bidang pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan, bahwa saat ini Seni Gamelan sudah hampir punah dari tanah yang menjadi asal muasal lahirnya Seni Gamelan itu sendiri.

BACA JUGA  WNI Keturunan Tionghoa di Blora Do'akan Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Tertib

Kemudian diakhir wawamcaranya dengan awak media ini, Sri wihati mengatakan, “walaupun berat saya akan berusaha sekuat kemampuan yang ada untuk lebih bisa memajukan Kesenian tradisional ini mas, raidep tambel gak popo (meskipun harus merugi dan harus berkorban-red), “pungkas Sri Wihati sembari tersenyum. (Marlik)