Puasa Ramadhan Sebagai Sarana Diklat Pengendalian Diri, Melatih Kedisiplinan dan Kesabaran Serta Sifat Zuhud

REDAKSIONAL, dutaperistiwa.com – Hari ini, Sabtu (01/03/2025) bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1446 Hijriyah, setelah semalam tepatnya Jum’at malam (28/01/2025) Menteri Agama Republik Indonesia, Nazarudin Umar mengumumkan dalam Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan yang digelar di Auditorium Kementerian Agama sekira pukul 19.05 wib, bahwa awal bulan Ramadhan 1446 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Dengan telah ditetapkannya 1 Ramadhan oleh Pemerintah Republik Indonesia, ini menandakan telah dimulainya ibadah wajib yang merupakan Rukun Islam yang keempat, yaitu Puasa Ramadhan.

Puasa Ramadhan tidak hanya diwajibkan bagi kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW, tetapi ibadah puasa ini juga telah diwajibkan kepada umat-umat nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al Baqoroh ayat 183 :

BACA JUGA  Rancaunya Trah Adat Tradisi Budaya dan Etika Sosial Lingkungan Masyarakat, ImbasDampak Negatif dari Modernisasi

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak hanya diwajibkan kepada kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW, namun juga telah diwajibkan kepada umat sebelum kita dengan tujuan tak lain adalah agar kita sekalian menjadi golongan orang yang bertaqwa.

Menurut pandangan penulis, ibadah puasa adalah sebagai sarana pendidikan dan latihan (diklat) manusia dalam pengendalian diri, melatih kedisiplinan, melatih kesabaran serta melatih sifat zuhud.

BACA JUGA  Rayakan Milad ke-2, Duta Peristiwa Hadirkan Pembina DPW IWOI Jateng Sebagai Narasumber

Sarana pengendalian diri

  • Puasa melatih kita untuk menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hawa nafsu.
  • Puasa juga melatih kita untuk mengendalikan emosi, seperti tidak marah-marah dan berburuk sangka.
  • Puasa juga melatih kita untuk bersabar dalam menghadapi godaan.

Sarana melatih kedisiplinan

  • Puasa melatih kita untuk hidup berdisiplin karena kita tidak makan dan minum kecuali setelah terbenamnya matahari atau datangnya waktu magrib.
  • Kedisiplinan seperti itulah hendaknya dapat menjadi kebiasaan dalam keseharian.

Sarana melatih kesabaran

  • Puasa melatih kita untuk menjadi lebih tabah dan sabar.
  • Puasa melatih kita untuk bersifat sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita.
BACA JUGA  Galang Reboisasi, Batasi Deforestasi Akan Menciptakan Hutan Yang Lestari

Sarana zuhud

  • Puasa melatih kita untuk bersikap zuhud, atau menahan diri.
  • Zuhud tidak berarti berpaling dari dunia, tetapi lebih kepada melepas kelekatan dengan sesuatu hal yang sifatnya keduniawian.

Segenap jajaran Redaksi dan wartawan Media Online dan Cetak Duta Peristiwa mengucapkan, “Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1446 Hijriyah, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT, taqobbalahu minna wa minkum wa taqobbal ya karim”

Penulis : Gunaidik (Goen) 

– Pemimpin Redaksi dutaperistiwa.com

– Ketua DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia Kab. Bojonegoro)