BLORA, dutaperistiwa.com – Pintu air di aliran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Pinggiran dan Kebun Kelapa, turut Kelurahan/Kecamagan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menunjukkan kondisi memprihatinkan. Bertahun-tahun terbengkalai, bangunan vital pengendali aliran sungai ini kini tampak rusak dan tak terawat. Kondisi tersebut mengancam keselamatan warga sekitar dan berpotensi menimbulkan masalah baik di saat musim kemarau maupun di saat musim hujan.
Kerusakan terlihat jelas pada beberapa bagian pintu air. Struktur betonnya retak di beberapa titik, cat mengelupas, dan sejumlah komponen vital tampak hilang atau rusak. Rumput liar tumbuh subur di sekitar bangunan, ditambah menumpuknya sampah di kedua pintu air tersebut memperparah kesan terbengkalainya fasilitas tersebut. Warga sekitar mengaku sudah lama mengeluhkan kondisi ini, namun belum ada tindakan nyata dari pihak berwenang untuk memperbaiki atau merehabilitasi pintu air tersebut.
“Sudah bertahun-tahun seperti ini, Pak. Kami khawatir kalau musim hujan tiba, banjir akan semakin parah,” ujar Eko, seorang warga RW. 03 Pinggiran yang tinggal tak jauh dari lokasi pintu air. Ia menambahkan, kondisi pintu air yang rusak juga berdampak pada lingkungan di sekitarnya, terutama saat kemarau, dimana karena banyak sampah yang menumpuk dan tak bisa keluar, sehingga menyebabkan bau tidak sedap serta banyak nyamuk yang tentunya ini akan menimbulkan potensi gangguan kesehatan di masyarakat.
Minimnya perawatan dan perhatian terhadap infrastruktur vital seperti pintu air ini menjadi sorotan. Ketiadaan anggaran atau kurangnya kesadaran akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur menjadi penyebab utama terbengkalainya pintu air tersebut. Padahal, fungsi pintu air sangat krusial dalam mengendalikan debit air sungai Bengawan Solo, terutama untuk mencegah banjir.
Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi masalah ini. Perbaikan dan rehabilitasi pintu air merupakan langkah mendesak untuk mencegah potensi bencana dan mendukung kenyamanan dan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Selain itu, peningkatan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur juga perlu digalakkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Goen)






