Guna Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Lahan Milik Sebagian Warga Desa Tebon Dikeruk Untuk Pemerataan

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan pemerataan lahan, sejumlah tanah milik warga di Dusun Tegiri, Desa Tebon, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, menjalani proses pengerukan. Langkah ini terbukti mengubah lahan yang semula tidak produktif menjadi potensi lumbung pangan baru.

Wartawan Duta Peristiwa memantau langsung kegiatan tersebut di lapangan pada hari Kamis (03/07/2025). Setidaknya, kurang lebih 8 hektare lahan yang dimiliki oleh 24 warga Dusun Tegiri menjadi sasaran pengerukan.

Sulkan, pengelola lahan yang terlibat dalam proyek ini, menjelaskan bahwa lahan yang dikeruk merupakan milik perorangan warga. Ia menekankan prinsip keadilan dalam pengelolaan hasil pengerukan.

BACA JUGA  Geopark Bojonegoro Didukung Penuh Gubernur Jatim Jadi Kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark 2025

“Lahan yang dikeruk adalah milik warga perorangan,” jelas Sulkan kepada Duta Peristiwa. “Hasil pengerukan juga dikembalikan ke pemilik lahan masing-masing, dan sebagian digunakan untuk operasional serta kegiatan sosial.”

Sulkan memaparkan perubahan signifikan yang terjadi. “Lahan ini dulu sangat tinggi dan menjulang sehingga tidak produktif sama sekali. Sangat sulit untuk ditanami,” ujarnya. “Namun, setelah dilakukan pengerukan untuk meratakan kontur, saat ini lahan tersebut menjadi jauh lebih produktif. Bahkan, ini mulai menjadi salah satu potensi lumbung pangan baru di desa kita.”

BACA JUGA  Aksi Kurangi Emisi Karbon, Pemkab Bojonegoro Gelar Penganugerahan Adibuana Carbon Awards 2023

Transformasi lahan tersebut disambut gembira oleh para pemiliknya. Salah seorang pemilik lahan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa syukur dan kepuasannya.

“Kami sangat senang sekali,” kata salah seorang pemilik lahan. “Lahan yang dulunya cuma bisa dilihat, tidak bisa dimanfaatkan apa-apa karena terlalu tinggi dan berbatu, sekarang setelah dikeruk dan diratakan, sudah bisa benar-benar dimanfaatkan. Mau ditanami padi, palawija, atau dibuat perkebunan, sekarang semuanya mungkin.”

Pengerukan dan pemerataan lahan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil pertanian warga pemilik lahan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan di tingkat desa dan kecamatan. Keberhasilan pengelolaan lahan berbasis partisipasi warga seperti ini menjadi contoh positif pemanfaatan aset masyarakat untuk kesejahteraan bersama.

BACA JUGA  Dugaan Marak Bermunculan Tambang Galian C ILegal di Bumi Wali Tuban,Terkesan Ada Pembiaran dari APH

Pewarta : Karyanto