TUBAN, dutaperistiwa.com – Proyek rehabilitasi Waduk/Dam di Dukuh Banaran, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Tahun Anggaran 2024 tampak amburadul dan terancam tidak selesai sebagaimana waktu yang ditentukan dalam SPK.
Proyek pembangunan rehabilitasi Waduk yang diharapkan dapat meningkatkan dan menunjang keberlangsungan kegiatan masyarakat sebagai sarana distribusi kebutuhan air pada aspek pertanian, sangat disayangkan tidak dapat terselesaikan dengan maksimal. Anggaran milyaran rupiah terkesan di hambur-hamburkan.
Dikutip dari laman pengadaan barang dan jasa secara elektronik pada website LPSE Pemerintah Kabupaten Tuban, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Pemukiman, tidak tanggung-tanggung telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 2.423.137.943 untuk Rehabilitasi waduk yang ada di Dukuh Banaran, Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori dan dikerjakan oleh CV. ARYA ADI NUGRAHA Jl. Wr. Supratman Gg. IV no. 317 Kelurahan Baturetno, Tuban, Jawa Timur.
Namun sangat disayangkan pengerjaan rehabilitasi dam terdebut berhenti di tengah jalan. Menurut keterangan Suratno, salah seorang warga Desa Sidoharjo yang tempat tinggalnya berada tidak jauh dari lokasi proyek pembangunan Rehabilitasi Dam, saat ditemui dan diwawamcarai awak media Duta Peristiwa terkait pengerjaan proyek rehabilitasi DAM mengatakan, “saya kurang tahu mas, yang jelas sudah berbulan-bulan tidak pernah ada kegiatan pengerjaan lanjutan di lokasi, ” Ucap Ratno, Jum’at (04/07/2025).
Lebih lanjut, Suratno mengatakan, “bangunan yang dikerjakan baru setengah (60%) ini bisa dikatakan tidak selesai mas, menurut saya hanya menghabiskan uang rakyat saja, dan sangat mengecewakan hati warga masyarakat yang awalnya berharap adanya rebhabilitasi dam tersebut bisa menunjang kebutuhan air saat warga bertani di musim kemarau malah ndak selesai alias mangkrak, “imbuh Suratno dengan raut wajah agak kesal.
Tidak hanya itu, Suratno juga menambahkan petani pengguna aliran air dari bantaran didekat sungai tersebut sangat menyayangkan adanya bangunan yang tidak bisa difungsikan karena kondisi bangunan dam yang masih semerawut dan belum bisa digunakan untuk menampung air sebagaimana mestinya seperti apa yang diharapkan oleh warga masyarakat desa, khususnya para petani.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Tuban, melalui petugas bagian lapangan, Tikno saat dikonfirmasi awak media melalui chat pesan WhatsApp terkait Pekerjaan Rehablitasi dam memberikan jawaban yang sangat jelas, padat namun agak kurang berisi. “Langsung tanya ke pihak PPK saja, “kata Tikno, dan sampai saat ini awak media belum berhasil mengkonfirnasi terhadap pihak Pejabat Pembuat Komitmen/PPK yang telah menyeyujui penggelontoran anggaran milyaran rupiah tersebut.
Lagi lagi, sungguh sangat disayangkan pelaksanaan pengerjaan proyek rehabilitasi Waduk/Dam yang menggunakan uang rakyat yang berjumlah besar harus terbengkalai di tengah jalan dan hanya sekitar 60% terselesaikan. Melihat kondisi bangunan yang diduga tidak terselesaikan sesuai progres, sangat pantas diduga ada konspirasi terselubung antara para pihak dalam hal ini dinas terkait dengan rekanan, sehingga menjadikan proyek tersebut terancam tidak terselesaikan alias mangkrak, dan ketika warga masyarakat Desa Sidoharjo bertanya, “kenapa proyek yang anggarannya sudah dihitung dengan matang kok tidak bisa selesai secara maksimal?
Pewarta : Marlik





