BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Pelayanan PLN ULP Padangan kembali menuai sorotan. Sedikitnya empat rumah warga di Dusun Petak, Desa Beged, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, sudah hampir sepekan mengalami gangguan listrik berupa penurunan daya. Akibatnya, listrik di beberapa rumah warga tersebut tidak berfungsi normal dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ironisnya, meski warga sudah berulang kali melapor langsung ke kantor PLN ULP Padangan yang berlokasi di Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan, namun hingga kini tak kunjung ada petugas yang turun tangan memperbaiki.
Salah seorang warga bahkan mengaku sempat meminta bantuan tetangganya yang kebetulan mengenal beberapa petugas PLN. Laporan tersebut disampaikan pada Rabu malam (24/09/2025), dan menurut keterangan warga, saat itu petugas sedang menangani gangguan di Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Mereka pun sempat lega, karena mengira esok harinya gangguan di rumah mereka segera diperbaiki.
Namun, harapan itu pupus. Hingga Kamis malam (25/09/2025), listrik di rumah warga tetap tidak kunjung normal. Salah satu warga yang juga terdampak kembali mencoba menghubungi petugas PLN bernama Fauzi. Bukannya mendapatkan kabar baik, ia justru diminta untuk melapor kembali melalui aplikasi PLN Mobile atau ke nomor 123.
“Masak kerusakan sudah hampir satu minggu, dan kemarin malam udah dilaporkan dan disampaikan oleh petugas. Saya kira hari ini bisa diperbaiki, eh ternyata masih disuruh laporan lewat online lagi. Yang saya herankan, apakah petugas ULP Padangan tidak menerima laporan langsung dari warga? Tapi kenapa di beberapa pelanggan lain bisa, laporan via telepon langsung ditangani? Ada apa ini dengan PLN ULP Padangan?” keluh salah satu warga dengan nada kesal.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena pada Rabu pagi sebelumnya mereka juga sempat mendatangi kantor PLN ULP Padangan untuk menyampaikan laporan secara langsung. Namun jawaban petugas tetap sama: diarahkan untuk melapor melalui aplikasi online.
Sikap ini dinilai warga tidak profesional dan justru menambah penderitaan pelanggan. Pasalnya, pelayanan PLN seharusnya bisa fleksibel dan responsif, apalagi untuk kasus gangguan yang sudah berlangsung lama.
Warga berharap pihak PLN ULP Padangan segera turun tangan, memperbaiki kerusakan, sekaligus mengevaluasi pelayanan agar lebih cepat, transparan, dan tidak diskriminatif.
Goen






