BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Menjelang pelaksanaan tes pengisian perangkat desa di enam desa se-Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, yang menurut informasi akan digelar serentak pada Rabu, 8 Oktober 2025, suasana mulai menghangat. Di tengah persiapan pelaksanaan ujian, beredar rumor bahwa sejumlah peserta yang merupakan anak kepala desa disebut-sebut sudah “dipastikan lolos” alias calon jadi.
Isu ini berkembang di tengah masyarakat dan memunculkan kekhawatiran akan adanya praktik “pesanan” dalam proses seleksi. Salah seorang warga Desa Ngaglik, sebut saja Pak T, mengaku mendengar kabar tersebut dari sejumlah warga lain.
“Beberapa peserta tes yang merupakan anak dari kepala desa tersebut katanya sudah calon jadi. Tes ini ya hanya formalitas saja, sekadar prosedur, untuk menetapkan siapa yang akan jadi perangkat,” ungkap Pak T kepada wartawan, Jumat (03/10/2025).
Isu ini pun memantik perhatian publik yang berharap proses seleksi berlangsung transparan dan profesional, tanpa intervensi dari pihak mana pun.
Sementara itu, Camat Kasiman, Novita Sari, S.STP., M.PSDM, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, belum memberikan keterangan detail. Ia hanya menyarankan wartawan untuk langsung menghubungi tim desa selaku pelaksana teknis kegiatan.
“Silakan langsung ke tim desa ya, saya tidak hafal jumlah lowongan tiap desa dan jumlah peserta di masing-masing formasi,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp.
Namun, ketika wartawan mencoba mengonfirmasi kepada salah satu anggota tim pengisian perangkat desa di salah satu desa yang akan melaksanakan tes, hingga berita ini ditulis pesan yang dikirim hanya centang dua tanpa balasan.
Situasi ini semakin memperkuat dugaan publik akan adanya indikasi ketertutupan dalam proses seleksi.
Masyarakat Kasiman pun berharap pelaksanaan tes kali ini dapat berjalan murni, objektif, dan akuntabel, tanpa ada peserta “titipan” yang justru mencederai semangat reformasi birokrasi di tingkat desa.
“Harapan kami, yang terpilih nanti benar-benar orang yang kompeten, punya kemampuan, dan siap membantu kinerja kepala desa dalam melayani masyarakat,” tambah Pak T.
Sebagaimana diketahui, pengisian perangkat desa menjadi momentum penting dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang profesional. Karena itu, publik berharap seluruh pihak, baik panitia, kepala desa, maupun peserta, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, integritas, dan transparansi demi lahirnya aparatur desa yang berkualitas.
Goen






