JAKARTA, dutaperistiwa.com — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus memperluas sinergi dengan berbagai pihak guna memperkuat kinerja hulu migas nasional. Kali ini, SKK Migas menggandeng Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Indonesia (IAFMI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di kantor pusat SKK Migas, Jakarta, Selasa (08/10/2025).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Ketua IAFMI Taufik Aditiyawarman, disaksikan Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana beserta jajaran terkait.
Melalui kerja sama ini, kedua lembaga sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam berbagai bidang strategis, di antaranya sosialisasi kegiatan usaha hulu migas, pengembangan kompetensi dan keahlian profesional, pelaksanaan studi dan konsultansi, hingga program pengabdian kepada masyarakat.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan industri hulu migas yang semakin tangguh dan berdaya saing.
“Sinergi dengan IAFMI ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kompetensi sumber daya manusia di sektor migas, sehingga mampu mendorong peningkatan produksi dan lifting migas nasional,” ujar Djoko.
Sementara itu, Ketua IAFMI Taufik Aditiyawarman menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas profesional di industri migas Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam memperkuat kapasitas teknis dan profesionalisme tenaga ahli di bidang fasilitas produksi migas, agar industri ini terus berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” jelasnya.
Melalui penandatanganan MoU ini, SKK Migas dan IAFMI berharap dapat menghadirkan program-program berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas SDM, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat di wilayah operasi hulu migas.
Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen SKK Migas dalam membangun operasional hulu migas yang ekselen, kolaboratif, dan berkelanjutan, demi tercapainya target peningkatan produksi migas nasional.
Redaksi






