BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Proyek pekerjaan rekonstruksi jalan Batas Kabupaten Bojonegoro–Sambeng yang dikerjakan oleh CV Tugas Langit kini menuai keluhan dari warga sekitar. Sabtu (01/11/2025), sejumlah warga mengaku sangat terganggu dengan debu tebal yang beterbangan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Yuli (35), salah satu warga yang tinggal di sekitar lokasi pekerjaan, mengeluhkan intensitas debu yang sangat tinggi setiap harinya.
“Debunya over banget, Pak. Kalau siang itu sampai masuk rumah. Kami sudah sangat terganggu, apalagi yang punya anak kecil atau sedang berjualan di pinggir jalan,” ujarnya.

Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro ini bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp 4,7 miliar. Berdasarkan papan proyek, kegiatan tersebut mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 887 meter dengan waktu pelaksanaan 86 hari kalender, serta diawasi oleh CV Mandalika sebagai konsultan pengawas.

Menanggapi keluhan warga, Tiyo, salah satu pelaksana lapangan dari CV Tugas Langit, mengakui bahwa pihaknya sudah melakukan upaya penyiraman rutin untuk mengurangi debu.
“Ngeh, Pak… Setiap hari kita lakukan curing (penyiraman). Tapi karena aktivitas jalan ini ramai, selang beberapa jam ya debu muncul lagi. Kita sudah berusaha supaya tidak ada komplain dari warga, dan akan memaksimalkan lagi terkait penyiraman,” ungkapnya.
Meski begitu, warga tetap berharap agar pihak pelaksana dan dinas terkait dapat lebih memperhatikan dampak lingkungan sekitar, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sepanjang jalan tersebut.
“Kami harap penyiraman bisa dilakukan lebih sering. Karena ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kenyamanan warga,” tambah Yuli.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur jalan antarwilayah Kasiman–Sambeng, namun pelaksanaannya juga diharapkan tetap memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Goen






