YOGYAKARTA, dutaperistiwa.com — PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, menggelar Lokakarya Sinergi Perencanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026, pada Kamis (20/11/2025) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola dan arah pelaksanaan program sosial perusahaan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen PT ADS untuk memastikan program TJSL selaras dengan kebutuhan masyarakat serta prioritas pembangunan daerah.
Lokakarya ini dihadiri jajaran penting Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, mulai dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Kepala Bagian Hukum, hingga Inspektorat. Kehadiran pakar TJSL dari Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan UGM, Dr. Krisdyatmoko, turut menambah bobot diskusi dalam memperkuat pondasi program TJSL yang efektif dan berkelanjutan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan menyampaikan bahwa seluruh penyusunan program harus melalui penyesuaian regulasi daerah agar benar-benar sejalan dengan visi pembangunan jangka menengah.
“Penyesuaian regulasi harus selaras penuh dengan visi RPJMD. Setiap investasi sosial PT ADS harus menjadi bagian integral dari prioritas pembangunan Bojonegoro,” ujarnya.
Inspektorat dan Kabag Perekonomian & SDA menambahkan bahwa aspek akuntabilitas wajib menjadi perhatian utama. TJSL sebagai representasi komitmen sosial BUMD harus dijalankan dengan tata kelola perusahaan yang baik dan terukur.
“PT ADS sebagai BUMD harus melaksanakan TJSL sesuai prinsip good corporate governance,” tegasnya.
Dari sisi hukum, Kabag Hukum Pemkab Bojonegoro menekankan pentingnya landasan regulatif yang jelas.
“Pelaksanaannya harus berlandaskan regulasi yang berlaku, sehingga setiap program benar-benar sesuai dengan amanah pemerintah,” ungkapnya.
Dalam penyusunan TJSL 2026, PT ADS mengelompokkan fokus program menjadi beberapa pilar penting, antara lain:
- Kemandirian ekonomi dan pengembangan koperasi sebagai upaya pengentasan kemiskinan,
- Penguatan ekosistem UMKM,
- Pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim,
- Peningkatan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat,
- Pengembangan sumber daya manusia,
- Pengembangan talenta olahraga.
Bappeda Bojonegoro turut memberikan rekomendasi strategis, salah satunya agar program UMKM disusun lebih konkret dan berorientasi pada dampak langsung. Pelatihan teknis, pendampingan intensif, hingga pelatihan ekspor dinilai penting untuk mendorong UMKM masuk ke pasar yang lebih luas dan berdaya saing.
Menutup agenda, Direktur Utama PT ADS menegaskan bahwa program TJSL 2026 akan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan integrasi.
“Kami memastikan program TJSL PT ADS tahun 2026 ini benar-benar tersinergi, memberikan manfaat nyata, dan mendukung program prioritas daerah,” tegasnya.
Ke depan, PT ADS akan menyusun roadmap kolaboratif sebagai standar keberlanjutan jangka panjang, dengan fokus pada pelaksanaan TJSL yang lebih terintegrasi, efektif, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Bojonegoro.
Goen






