Susun Renja, Dinkesda Blora Gelar Forum Perangkat Daerah

BLORA, dutaperistiwa.com – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora Jumat Legi 13 Februari 2026 menggelar Forum Perangkat daerah dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Blora 2027 di Aula Dinkesda.

Peserta yang diundang diantaranya, Ketua Komisi D DPRD, Kepala Bapperinda, Kepala Dalduk KB, Kepala Dinsos P3A, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Bagian Kesejahteraan Setda,vDirektur RSU dr.R.Soetijono Blora, Direktur RSU Soeprapto Cepu, Direktur RSU Samin Surosentiko Randublatung, Direktur Rumah Sakit Permata, Direktur PKU Muhammadiyah, Ketua PKK, Ketua Baznas,bKetua PWRI,vKetua Difabel Blora, Ketua Prodi Poltekkes Keperawatan, Ketua Poltekkes Kebidanan dan Kepala UPTD Puskesmas Blora,bCepu,Todanan dan Randublatung.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah,Edi Widayat S.Pd, M.Kes,MH., mengawali sambutan dengan ucapan yang cukup visioner dan realistis bahwa saat ini posisi dana keuangan negara dalam keadaan tidak baik-baik saja perlu gerakan pengencangan ikat pinggang.

“Sehingga apa yang kita rencanakan hari ini ibarat dalam peribahasa “Jauh panggang dari api”. Karena masih berproses panjang dan perlu ikhtiar dengan spirit “Jer Basuki Mowo Geni”.

BACA JUGA  Membumikan Managemen GG dalam Pengabdian Tiada Akhir Bhakti Praja

Sebuah ungkapan yang perlu pemahaman cerdas dan bijak.

Edi panggilan akrab sehari-hari memaparkan berbagai torehan prestasi yang sudah bisa dipersembahkan kepada masyarakat Blora Mustika.

Walaupun tekad dan semangat tetap menyala untuk berupaya meningkatkan agar masyarakat Kabupaten Blora sehat walafiat sebagai catatan setiap Puskesmas sudah memiliki USG, namun kenyataan masih ada berbagai permasalahan dibidang kesehatan yang harus dituntaskan.

Diantaranya meliputi:

-Belum terkendalinya kasus kesakitan penyakit menular dan penyakit tidak menular.

-Masih tingginya kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Blora.

-Belum optimalnya perbaikan gizi.

-Pelayanan kesehatan dasar dan rujukan belum optimal yang sesuai dengan peningkatan mutu dan standar pelayanan kesehatan.

-Pembiayaan kesehatan bagi masyarakat belum sesuai dengan harapan masyarakat.

-Belum optimalnya kualitas pelayan publik.

Disamping itu juga memaparkan isu strategis Dinkesda, meliputi:

-Usia harapan hidup di Kabupaten Blora telah mencapai 74,92 tahun.

-Kasus prevalensi Stunting ,kematian ibu,bayi dan balita masih cukup tinggi.

-Kemiskinan, keterbatasan fasilitas kesehatan dan rendahnya kesadaran akan pola hidup sehat menjadi kendala utama.

-Masih lemahnya program intervensi gizi,kurang cakupan layanan kesehatan dan masih rendahnya edukasi bagi masyarakat.

BACA JUGA  Sumbang-Bojonegoro Raih Penghargaan Desa/Kelurahan Berseri 2023 se-Jawa Timur, Wujud Kerja Keras Semua Pihak

-Masih rendahnya masyarakat yang terlindungi penjaminan kesehatan.

Ketika acara sambung rasa dibuka, langsung Bambang Sulistya yang mewakili dari organisasi para purna tugas ASN/PNS yang mau bergabung ke Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora menyampaikan uneg-uneg dan usulan.

“Dengan berbagai prestasi dan kinerja yang dicapai oleh Dinkesda dan memberi kontribusi positif bagi kesehatan masyarakat Blora. Saya memberi nilai positif bagi kepemimpinan Kepala Dinkesda, Edi Widayat merupakan sosok pemimpin yang pantas menyandang predikat “OK”, yaitu dalam berkarya nyata melayani masyarakat selalu membumikan sikap otak kanan dan kepekaan terhadap lingkungan yang tinggi,” ungkapnya.

Berani keluar dari pakem dan suka berbagi/sedekah/kepyur kepada orang yang kurang beruntung.

“Model kepemimpinan semacam ini cocok diamalkan di Zaman Kolobendu seperti saat ini. Salah satu catatan setiap acara halalbihalal PWRI selalu memberi sumbangan doorprize sepeda pancal mewah. Saya masih ingat ketika masa pandemi Corona sedang booming semua rumah sakit dan puskesmas sudah penuh dengan pasien .Saya tetap nekat minta tolong kepada beliau ternyata dengan menggunakan senjata pamungkas otak kanan. Pasien yang saya usulkan bisa ditangani di rumah sakit,” ujarnya

BACA JUGA  IWO Indonesia Siap Membuka Stand Media Center "Jurnalis Kawal Pemilihan" di Setiap KPU di Seluruh Indonesia

Dalam kesempatan itu, ada dua usulan yang disampaikan.

Pertama, Mohon agar program Bahagia dan Sehat bisa diujudkan untuk para lansia diantaranya diprogramkan senam sehat untuk kebugaran jasmani, periksa kesehatan gratis dan makan bersama dengan menu ala empat sehat lima sempurna versi MBG. Apalagi diajak wisata gratis ke tempat wisata.

Kedua, Perlunya para lansia ada perlakuan istimewa ketika sedang periksa ke Puskesmas dan Rumah sakit. Tebarkan pesona dan beri pelayanan prima bagi para lansia dengan senyum monalisa atau senyum jenderal Suharto.

Semua ungkapan tersebut direspon secara positif oleh kepala Dinkesda dengan dalih hari ini hari jumat penuh berkah dan agenda pertemuan ditutup dengan penandatangan komitmen dan foto bersama peserta.

Redaksi

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights