Membumikan Managemen GG dalam Pengabdian Tiada Akhir Bhakti Praja

“Selain itu sebagai penghiburan diri agar tetap segar tanpa dokter dan hidup bahagia tanpa tahta bagi para mantan anggota Dewan yang saat ini memiliki profesi yang sangat beragam,” kata HM Kusnanto, mantan Ketua DPRD Blora, Selasa (29/07/2025).

Kali ini pengurus Bhakti Praja Kabupaten Blora yang para anggotanya adalah mantan telah menggelar Curah pendapat di Rumah Makan Kebun Jati, Mlangsen, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

HM. Kusnanto yang juga ketua DHC 45 Blora mengukapkan bahwa Paguyuban Bhakti Praja juga telah membangun kerja sama yang sinergis dan harmonis dengan berbagai pemangku kepentingan.

Utamanya dari pihak legistatif dan eksekutif, bahkan dari pihak legistatif para anggota DPRD setiap bulan telah membantu dukungan dana secara pribadi untuk kegiatan operasional Paguyuban Bhakti Praja.

Beberapa bulan yang lalu OPD Kesbangpol telah menyelenggarakan kegiatan yang mendukung peningkatan sumber daya manusia kepada Bhakti Praja melalui kegiatan pelatihan.

BACA JUGA  Progres Pembangunan Pagar SDN Kebonagung Padangan Dinilai Lamban, Pekerja Abaikan Aturan K3

“Saya mengingatkan kepada para anggota Bhakti Praja, bahwa kita memiliki sesanti pengabdian tanpa akhir,” kata HM. Kusnanto.

Di sisi yang lain para anggota Bhakti Praja adalah orang-orang yang berpotensi dan hebat yang memiliki pengaruh nyata di masyarakat.

Berkenaan hal tersebut agar Paguyuban Bhakti Praja memiliki kontribusi positif dalam ikut serta Sesarengan mbangun Blora maju dan berkelanjutan, maka pertemuan itu ingin mendapatkan masukan, gagasan, ide cerdas dan saran guna meningkatkan kiprah dan karya pengabdian bagi masyarakat.

Menurut laporan dari H.Budi Suryono, Sekretaris Paguyuban Bhakti Praja, selama ini telah melakukan berbagai aktivitas sosial di antaranya memberi bantuan paket sembako kepada orang- orang yang kurang beruntung/kaum duafa dan yatim piatu.

“Setiap musim kemarau selalu memberi bantuan air bersih di daerah yang mengalami kesulitan air bersih.Serta memberi masukan yang positif kepada Pemerintah Daerah berkaitan tentang pelayanan prima terhadap masyarakat dan kegiatan Pembangunan yang berkualitas,” terangnya.

Secara internal memupuk kekeluargaan dan kerukunan serta menumbuhkan rasa solidaritas di antara para anggota dengan membudayakan kegiatan menjenguk kepada para anggota yang sedang sakit di Rumah Sakit dan takziah kepada keluarga sedang meninggal dunia.

Dalam kesempatan itu, Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA, memberikan masukan mengenai upaya agar Paguyuban Bhakti Praja bisa tetap eksis dan mampu memberi manfaat bagi para anggota maupun kepada masyarakat.

BACA JUGA  Pemilihan RW 01 Tunggul Wulung Berlangsung Lancar dan Demokratis, Didin Angraeni Terpilih

Hendaknya dalam mengelola organisasi diharapkan para pengurus mampu membumikan “Managemen GG (Good Governance).

“Yaitu, Gratis-Gratisan, Gawe-Guyu,Gawe – Guyub, Gawe Gagasan dan Golek Ganjaran,” ucapnya.

Sehingga dalam melaksanakan berbagai kegiatan bisa dilakukan dengan suasana kondusif penuh kebahagiaan.

Sementara masukan dari Joko Supratno atau dikenal Joko Sembung, mengungkapkan bahwa dalam menghadapi dan mengatasi dinamika permasalahan di masyarakat tidak segapang seperti membuka telapak tangan tapi butuh waktu dan perjuangan, sehingga ia menyarankan untuk berkiprah di masyarakat butuh sikap GG yang lain.

“Gatuk Genah dan Galak Garing. Maknanya dalam dan perlu pencerahan dari langit,” tandasnya.

Kemudian, H. Abdul Ghoni sosok tokoh masyarakat yang flamboyan, yang sehari-hari sebagai Ketua Yayasan masjid Agung Baitunnur Blora menyadarkan kepada kita semua ketika sedang diberi amanah agar selalu ingat filosofi Jawa.

“Ngono yo ngono tapi ojo ngono.(Begitu ya begitu tapi jangan begitu),” jelasnya.

Ungkapan ini mengandung filosofi tentang keseimbangan dan kehati hatian dalam bertindak.

Secara sederhana ungkapan ini mengajarkan untuk menerima kenyataan (ngono yo ngono) tetapi tetap menjaga batasan dan tidak berlebihan dalam bertindak (tapi ojo ngono).

BACA JUGA  Bertekad Majukan Olahraga Rekreasi, KORMI Blora Ikuti Jambore Tingkat Jawa Tengah

Lain hal yang disampaikan oleh Singgih Hartono yang juga ketua LSM Ampera Kabupaten Blora.

Ia mengingatkan kepada kita semua agar tetap peduli dengan wong cilik dan tidak bertindak arogan kepada orang yang kurang beruntung khusus kepada para petani.

Pemerintah saat ini telah berhasil melaksanakan pengadaan pangan/beras. “Tolong diwaspadai, diperhatikan dan dijaga agar tidak terjadi penurunan kualitas beras,” kata Singgih.

Selanjutnya ide cerdas dari Sudarwanto tentang kemandirian organisasi Bhakti Praja agar kedepan dirintis untuk memiliki angkutan tangki yang berasal dari bantuan pokir anggota dewan sehingga bermanfaat untuk mengakut bantuan air bersih disaat musim kering.

Menanggapi usulan itu, HM Kusnanto sebagai langkah awal akan segera melakukan komunikasi dan koordinasi kepada Bupati dan Ketua DPRD untuk merespon berbagai masukan tersebut.

“Semoga dapat membuahkan semangat baru. Karya lebih unggul dari gaya dan tindakan nyata lebih unggul dari janji semata,” tegasnya.

Redaksi

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights