Dari Pencak Silat untuk Kedamaian: Kacab SH Terate Bojonegoro Terima Penghargaan PWI

BOJONEGORO, dutaperistiwa.com – Dedikasi dalam melestarikan pencak silat sekaligus menjaga kondusivitas daerah mengantarkan Ketua Cabang (Kacab) Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Bojonegoro, Kangmas Wahyu Subakdiono, menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian acara Resepsi dan Awarding Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Ruang Angling Dharmo, Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/3/2026).

Kangmas Wahyu dinilai memiliki kontribusi nyata dalam membangun harmonisasi antarperguruan pencak silat di Bojonegoro. Selain itu, perannya sebagai penggerak Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) juga dianggap mampu menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat.

BACA JUGA  Penampilan Hiburan Ketoprak dan Electone Azza Music turut Meriahkan Sedekah Bumi di Desa Tambaksari Blora

Melalui wadah tersebut, berbagai potensi konflik antarperguruan dapat diredam dengan pendekatan persaudaraan, komunikasi, dan kegiatan positif yang berkelanjutan.

Usai menerima penghargaan, Kangmas Wahyu menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PWI Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.

“Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melestarikan budaya dan memperkuat nilai persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai peran media sangat penting dalam membangun kesadaran publik, khususnya dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan berimbang.

Sementara itu, Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh yang dinilai berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial serta melestarikan budaya lokal.

Menurutnya, kiprah Kangmas Wahyu dalam membangun komunikasi lintas perguruan silat telah memberikan dampak positif bagi keamanan dan ketertiban di Bojonegoro.

“Peran beliau sangat besar dalam menjaga kerukunan antarperguruan, sehingga berbagai kegiatan dapat berjalan aman dan kondusif,” ungkapnya.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara tokoh masyarakat, budaya, dan media memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial sekaligus mendorong pelestarian budaya lokal di daerah. (Red) 

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights