Resmi! Tengaran “Malang City of Media Arts” Diluncurkan, Tandai HUT ke-112 Kota Malang

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat launching "Malang City of Media Art"

MALANG, dutaperistiwa.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang, Pemerintah Kota Malang resmi meluncurkan logo sekaligus meresmikan landmark atau tengaran bertajuk Malang City of Media Arts. Peresmian ini digelar di kawasan Alun-alun Kota Malang, Rabu (1/4/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, serta dihadiri jajaran pemerintah dan tamu undangan.

Wali Kota Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa peresmian tengaran tersebut menjadi momen bersejarah sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Kota Malang.

“Ini adalah momen bersejarah karena bertepatan dengan 112 tahun Kota Malang. Hari ini kami meresmikan salah satu landmark kebanggaan yang telah lama dinantikan masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat launching “Malang City of Media Arts”

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan bahwa pengakuan Kota Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang media arts oleh UNESCO merupakan capaian internasional yang tidak diraih secara instan.

“Ini adalah perjalanan panjang dan tidak mudah. Kota Malang menjadi kota kreatif dunia di bidang media arts pertama di Asia Tenggara. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus berkembang,” imbuhnya.

Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kreatif, khususnya bidang media arts, di Kota Malang telah berkembang pesat dan mendapat pengakuan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus berinovasi dan berkarya agar Kota Malang semakin dikenal di kancah dunia. Terlebih, saat ini Kota Malang sejajar dengan kota-kota dunia seperti Seoul dan Paris yang tergabung dalam kategori media arts di jaringan kota kreatif dunia.

Penempatan tengaran di Alun-alun Kota Malang dipilih karena dinilai strategis dan mudah diakses masyarakat. Selain sebagai ruang publik yang ramai, lokasi ini juga memberikan kenyamanan bagi warga maupun wisatawan untuk berinteraksi dan berfoto tanpa mengganggu arus lalu lintas.

“Alun-alun menjadi salah satu titik dengan aktivitas masyarakat tertinggi. Kami sengaja menempatkan landmark di sini agar mudah diakses dan menjadi ruang publik yang aman untuk berfoto,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Malang berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kreatif melalui berbagai fasilitas dan ekosistem pendukung, salah satunya melalui Malang Creative Center (MCC). Dengan dukungan 17 subsektor ekonomi kreatif yang telah berjalan, pemerintah optimistis sektor ini akan terus tumbuh dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Wahyu juga menambahkan, saat kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif ke MCC, Kota Malang mendapat apresiasi atas implementasi pengembangan subsektor ekonomi kreatif yang dinilai telah berjalan dengan baik.

Dengan peluncuran logo dan peresmian landmark Malang City of Media Arts ini, Kota Malang semakin mengukuhkan diri sebagai kota kreatif dunia yang siap bersaing dan berkolaborasi di tingkat internasional. (Yuni) 

BACA JUGA  LaNyalla: MBG Bukan Sekadar Piring Makan, tapi “Piring Peluang” bagi Ekonomi Daerah
error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights