BLORA, dutaperistiwa.com – Tradisi sedekah bumi kembali menggema di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti karnaval arak-arakan gunungan dan berbagai kreasi patung ogoh-ogoh dalam rangka Gebyar Sedekah Bumi, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan yang melibatkan tiga dukuh dan lima RW tersebut berlangsung meriah sejak pagi hari. Warga dengan penuh antusias mengarak gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil panen yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Kepala Desa Sendangmulyo, Bajuri, mengaku terkejut sekaligus bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam karnaval tahun ini.
“Antusias warga luar biasa, bahkan di luar dugaan. Meski rutenya lebih jauh, sekitar 4 kilometer, warga tetap semangat. Ini karena rute kali ini melewati wilayah yang sebelumnya belum pernah dilalui, sesuai permintaan warga, dan alhamdulillah bisa kita wujudkan,” ungkapnya.
Acara Sedekah Bumi di Sendangmulyo digelar selama dua hari. Hari pertama diisi dengan karnaval budaya, sementara hari kedua akan dilanjutkan dengan kegiatan bancaan atau kenduri bersama di lokasi desa.
Menariknya, rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan hiburan rakyat berupa pentas kethoprak “Ciplis” dari Turi, Jepon. Hal ini disampaikan oleh Dasmin, yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat.
“Besok ada hiburan kethoprak Ciplis dari Turi Jepon. Kalau Sedekah Bumi di sini memang selalu ramai, mas,” ujarnya.
Bajuri berharap ke depan perayaan Sedekah Bumi di desanya dapat digelar lebih meriah tanpa mengurangi nilai sakral dan kekhidmatan.
“Harapan kami, ke depan semakin meriah, tapi yang paling penting warga selalu diberikan kesehatan, rezeki lancar, dan keberkahan. Amin,” pungkasnya.
Sebagai informasi, tradisi Sedekah Bumi atau yang dikenal masyarakat Blora dengan sebutan Gasdeso merupakan warisan budaya turun-temurun yang sarat makna. Ritual ini menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran desa.
Selain memiliki nilai spiritual, Sedekah Bumi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui gotong royong dan kenduri bersama. Biasanya, perayaan ini identik dengan sajian hasil bumi dan makanan tradisional yang ditempatkan dalam wadah daun pisang (takir).
Di berbagai desa di Blora, tradisi ini kerap dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian rakyat seperti barongan, kethoprak, wayang, hingga tayub, yang turut menjadi daya tarik bagi masyarakat luas. (Joko)






