BLORA, dutaperistiwa.com – Dinamika internal organisasi GRIB Jaya di Kabupaten Blora kembali memanas. Sejumlah Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya terhadap penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC GRIB Jaya Blora.
Pernyataan tersebut tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani sejumlah Ketua PAC, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan DPD Jawa Tengah yang dinilai sepihak dalam menunjuk Plt kepemimpinan di tingkat cabang.

Dalam dokumen tersebut, para Ketua PAC menilai bahwa penunjukan Plt tidak sesuai dengan mekanisme organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART. Mereka juga menyoroti adanya dugaan penyimpangan kebijakan yang dinilai arogan dan merugikan anggota serta mencoreng nama baik organisasi.
“Plt ketua dinilai tidak mampu dan tidak relevan dalam menjalankan roda organisasi. Bahkan, kepercayaan anggota sudah hilang karena adanya dugaan penyalahgunaan jabatan,” demikian salah satu poin dalam pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, para Ketua PAC menegaskan sikap tegas: apabila Plt tidak segera diberhentikan atau dibekukan, maka mereka bersama anggota akan memvakumkan diri dari seluruh aktivitas organisasi di wilayah Blora.
Suara PAC: “Kepemimpinan Terlalu Arogan”
Ketua PAC Kradenan, Didik, menyampaikan secara gamblang penolakannya. Ia menilai kebijakan penunjukan Plt serta penonaktifan sejumlah PAC dilakukan secara arogan tanpa musyawarah.
“Kalau tanggapan saya terkait adanya Plt dan semua PAC dinonaktifkan, kepemimpinan DPD terlalu arogan. Semua struktur juga diubah oleh Plt. Saya tidak menerima adanya Plt,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua PAC Bogorejo, Kako. Ia menilai keputusan strategis semestinya melalui mekanisme musyawarah, bukan keputusan sepihak.
“Intinya kami tidak setuju. Seharusnya dimusyawarahkan dulu sebelum mengambil keputusan, bukan langsung membekukan ketua-ketua PAC,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC Randublatung yang baru dilantik, Nurkholis, memilih bersikap lebih hati-hati. Ia mengaku hanya menjalankan amanah yang diberikan.
“Saya hanya mengikuti karena saya baru dilantik menggantikan ketua lama,” singkatnya.
Potensi Konflik Internal
Situasi ini menambah daftar dinamika internal GRIB Jaya di Blora yang sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik. Organisasi ini sendiri dikenal sebagai ormas berskala nasional dengan jaringan luas di berbagai daerah.

Jika tidak segera ditangani secara bijak, konflik internal ini berpotensi mengganggu soliditas organisasi di tingkat akar rumput.
Para pengurus PAC berharap DPD maupun DPP segera turun tangan untuk menyelesaikan polemik tersebut secara adil dan mengedepankan musyawarah, demi menjaga marwah dan keutuhan organisasi. (Joko)






