BLORA, dutaperistiwa.com – Tradisi sedekah bumi di Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora berlangsung meriah dan penuh khidmat, Kamis (23/04/2026). Kegiatan tahunan ini dipusatkan di kawasan makam Mbah Kenthiri, dengan rangkaian acara doa bersama hingga hiburan seni tayub yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi setempat.
Sejak siang hari sekitar pukul 14.30 WIB, acara diawali dengan doa bersama yang diikuti oleh aparatur desa, perwakilan kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kawengan. Dalam prosesi tersebut, disiapkan sebanyak 14 gunungan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi yang telah diperoleh masyarakat.
Memasuki siang hari, kemeriahan berlanjut dengan pagelaran seni tayub yang menghadirkan tiga penari (joget) dari Kecamatan Banjarejo. Malam harinya, pertunjukan kembali digelar di depan rumah perangkat desa (Kamituwo) yang lokasinya berdekatan dengan makam Mbah Kenthiri.
Warga setempat meyakini, keberadaan seni tayub dalam sedekah bumi memiliki nilai sakral. Mereka percaya, apabila tradisi tersebut tidak dilaksanakan, akan muncul musibah di kemudian hari.
“Kalau tidak ada tayub di makam Mbah Kenthiri, biasanya ada saja kejadian yang tidak diinginkan, baik menimpa perangkat desa maupun warga,” ujar salah satu warga.
Kepala Desa Kawengan, Sulasno, membenarkan kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak berani mengabaikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Ini sudah menjadi adat istiadat sejak dulu. Kami tetap melaksanakan hiburan tayub sebagai bagian dari sedekah bumi. Pernah suatu waktu tidak diadakan, dan terjadi musibah, salah satu perangkat desa meninggal dunia,” ungkapnya.
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur, menurut Sulasno, kegiatan ini juga bertujuan melestarikan seni budaya tayub agar tetap dikenal dan diminati generasi muda.
“Kami juga ingin menjaga dan mengembangkan seni tayub, sekaligus mencari bibit-bibit penari baru agar ada regenerasi,” tambahnya.
Melalui sedekah bumi ini, masyarakat Desa Kawengan berharap hasil pertanian mereka, seperti padi, jagung, dan komoditas lainnya, semakin melimpah di musim panen mendatang.
Antusiasme masyarakat terlihat saat ratusan warga, termasuk dari desa tetangga, memadati lokasi acara. Mereka rela berdesakan untuk mendapatkan gunungan yang diyakini membawa berkah.
“Kami ikut berebut gunungan untuk mencari keberkahan, supaya kehidupan kami tercukupi sandang dan pangan,” kata salah satu pengunjung.
Kemeriahan acara juga didukung oleh banyaknya pedagang yang turut meramaikan lokasi, serta cuaca yang cerah. Desa Kawengan pun tampak terang benderang dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung tradisi sedekah bumi dan hiburan tayub yang sarat makna tersebut. (Jono)






