BLORA, dutaperistiwa.com – Akses transportasi di Desa Sambongwangan kini memasuki babak baru. Personel Koramil 09/Randublatung bersama warga setempat resmi memulai proses pengecoran lantai Jembatan Aramco di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Selasa (2/6/2026).
Tahap ini menjadi momentum krusial bagi infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat demi mendongkrak mobilitas dan urat nadi perekonomian desa.Aksi gotong royong ini memperlihatkan kemanunggalan yang kuat antara TNI dan rakyat.
Sinergi di lapangan terbukti ampuh mempercepat target penyelesaian proyek fasilitas publik tersebut.
Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, menegaskan bahwa kualitas konstruksi menjadi prioritas utama. Proses pengecoran dilakukan dengan pengawasan ketat agar sesuai standar keamanan.
“Pengecoran lantai jembatan ini adalah tahap vital. Kami mengutamakan ketelitian tinggi agar struktur bangunan memiliki kekuatan maksimal dan aman digunakan warga dalam jangka panjang,” ujar Danramil.
Sebelum menyentuh tahap akhir ini, seluruh pekerjaan dasar telah rampung dikerjakan secara bertahap. Mulai dari penanaman fondasi yang kokoh, perakitan tulangan besi cor, hingga pemasangan bekisting penopang.
“Fondasi awal sudah kami optimalkan. Dengan dasar yang kuat, kami optimistis jembatan ini akan berdiri kokoh, stabil, dan punya usia pakai yang lama,” tambahnya.
Progres positif ini membawa angin segar bagi warga Desa Sambongwangan dan sekitarnya. Jika jembatan ini rampung, jalur transportasi antarwilayah dipastikan makin lancar dan mampu memangkas waktu tempuh aktivitas harian masyarakat.
Akses transportasi di Desa Sambongwangan kini memasuki babak baru. Personel Koramil 09/Randublatung bersama warga setempat resmi memulai proses pengecoran lantai Jembatan Aramco di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Selasa (2/6/2026).
Tahap ini menjadi momentum krusial bagi infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat demi mendongkrak mobilitas dan urat nadi perekonomian desa.Aksi gotong royong ini memperlihatkan kemanunggalan yang kuat antara TNI dan rakyat.
Sinergi di lapangan terbukti ampuh mempercepat target penyelesaian proyek fasilitas publik tersebut.
Danramil 09/Randublatung, Kapten Kav Teguh Linarto, menegaskan bahwa kualitas konstruksi menjadi prioritas utama. Proses pengecoran dilakukan dengan pengawasan ketat agar sesuai standar keamanan.
“Pengecoran lantai jembatan ini adalah tahap vital. Kami mengutamakan ketelitian tinggi agar struktur bangunan memiliki kekuatan maksimal dan aman digunakan warga dalam jangka panjang,” ujar Danramil.
Sebelum menyentuh tahap akhir ini, seluruh pekerjaan dasar telah rampung dikerjakan secara bertahap. Mulai dari penanaman fondasi yang kokoh, perakitan tulangan besi cor, hingga pemasangan bekisting penopang.
“Fondasi awal sudah kami optimalkan. Dengan dasar yang kuat, kami optimistis jembatan ini akan berdiri kokoh, stabil, dan punya usia pakai yang lama,” tambahnya.
Progres positif ini membawa angin segar bagi warga Desa Sambongwangan dan sekitarnya. Jika jembatan ini rampung, jalur transportasi antarwilayah dipastikan makin lancar dan mampu memangkas waktu tempuh aktivitas harian masyarakat.
Redaksi






