MALANG I DUTA PERISTIWA – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tampak begitu terasa di Kota Malang. Ratusan peserta dari Yayasan TAAT Qurrota A’yun mengikuti kirab Muharram sebagai bentuk syiar Islam sekaligus ajakan untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan kirab secara resmi diberangkatkan oleh Ustadz H. Rokhmad, S.Sos., yang juga merupakan anggota DPRD Kota Malang, dari titik awal di kawasan Gadang dan kembali berakhir di Gadang.
Suasana berlangsung meriah, tertib, dan penuh kekhidmatan. Para peserta membawa berbagai atribut Islami, spanduk, bendera, serta balon warna-warni yang menambah semarak peringatan Tahun Baru Islam.
Tercatat sebanyak 720 siswa dari jenjang Kelompok Bermain (KB), TK, SD, hingga SMP Boarding School Qurrotaa’yun Kota Malang, turut berpartisipasi bersama 110 guru dan karyawan, sehingga total mencapai 830 peserta.
Dalam sambutannya, Ustadz H. Rokhmad menyampaikan bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan.
Ia mengajak seluruh peserta untuk meneladani perjuangan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang penuh pengorbanan, kesabaran, dan keteguhan iman. Peristiwa hijrah menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam dan menjadi dasar penanggalan Hijriah.
“Tujuan kegiatan ini adalah syiar Islam, agar kita semua dapat menjalani hidup lebih baik, lebih sukses, dan lebih beruntung dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kunci menghadapi berbagai tantangan kehidupan adalah dengan memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Ketika menghadapi masalah dan ujian, kita harus bersabar dan jangan bersedih, karena Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman,” pesannya.
Di tengah situasi dunia yang masih diwarnai berbagai gejolak, mulai dari konflik internasional, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga meningkatnya kebutuhan pokok, masyarakat diharapkan tetap optimistis dan terus berbenah diri.
Menurutnya, Tahun Baru Islam 1448 H harus menjadi momentum kebangkitan bersama untuk melakukan hijrah menuju perubahan yang lebih baik.
“Selama kita terus bersatu, saling mendukung, dan bergotong royong, Insya Allah kita akan menjadi pemenang dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” imbuhnya.
Kirab Muharram sendiri merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang banyak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan TAAT Qurrota A’yun berharap generasi muda tidak hanya memahami makna pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga mampu menjadikan semangat hijrah sebagai pedoman dalam membentuk karakter, akhlak, dan masa depan yang lebih baik. (Yuni)






