REDAKSIONAL I DUTA PERISTIWA – Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah, Pemimpin Redaksi (Pemred) Duta Peristiwa, Gunaidik, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pergantian tahun Hijriyah bukan sekadar seremoni dan ucapan selamat semata, melainkan sebagai momentum penting untuk melakukan muhasabah diri atau introspeksi terhadap perjalanan hidup yang telah dilalui.
Menurutnya, Tahun Baru Islam memiliki makna mendalam karena berawal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, yang mengandung pesan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Tahun Baru Islam adalah pengingat bagi kita bahwa waktu terus berjalan. Setiap pergantian tahun sejatinya merupakan kesempatan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki kekurangan, dan memperkuat komitmen menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” ujar Gunaidik, yang biasa disapa Mbah Gun, Senin (15/06/2026) di rumahnya.
Ia mengatakan, di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan zaman, manusia sering kali disibukkan dengan urusan duniawi hingga lupa melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri.
Padahal, Islam telah mengajarkan pentingnya muhasabah sebagai bekal sebelum datangnya hari perhitungan di akhirat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa setiap manusia diperintahkan untuk menengok kembali amal perbuatannya sebagai bentuk persiapan menghadapi kehidupan yang akan datang.
Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan dalam Surat Ar-Ra’d ayat 11:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini menjadi penegasan bahwa perubahan besar selalu diawali dari perubahan yang ada di dalam diri masing-masing individu.
Sementara itu, Rasulullah SAW juga memberikan teladan tentang pentingnya evaluasi diri sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:
“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menghisab (mengevaluasi) dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi)
Hadits tersebut mengandung pesan bahwa kecerdasan sejati bukan hanya diukur dari ilmu pengetahuan dan kemampuan intelektual, tetapi juga dari kemampuan seseorang dalam mengoreksi dan memperbaiki dirinya sendiri.
Hadits lainnya menyebutkan:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara; masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.” (HR. Al-Hakim)
Gunaidk berharap, Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah dapat menjadi titik awal lahirnya semangat baru bagi seluruh masyarakat untuk memperbanyak amal kebaikan, menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar.
“Jangan hanya berganti kalender, tetapi mari berganti sikap, memperbaiki akhlak, memperkuat ibadah, dan meningkatkan kepedulian sosial. Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah membawa keberkahan, keselamatan, kesehatan, dan kemajuan bagi kita semua,” tuturnya.
Di akhir pesannya, Mbah Gun mengajak seluruh insan pers, pembaca, dan masyarakat luas untuk menjadikan semangat hijrah sebagai energi positif dalam membangun bangsa yang lebih bermartabat.
Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah
“Mari Memaknai Tahun Baru Islam Sebagai Wadah Muhasabah Diri, memperbaiki masa lalu, memperkuat ikhtiar hari ini, dan menata masa depan yang lebih diridhai Allah SWT.”
GOEN (Pemred Duta Peristiwa)
“Pemburu Fakta & Realita”






