Libatkan Warga dan LMDH dalam Angkutan Kayu, Perhutani KPH Jatirogo Perkuat Ekonomi Desa Hutan

TUBAN | DUTA PERISTIWA – Komitmen Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan terus dibuktikan melalui pemberdayaan masyarakat desa hutan. Salah satunya dengan melibatkan warga sekitar kawasan hutan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam kegiatan angkutan produksi kayu hasil tebangan di Petak 80C Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Guwaran, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Bate, Kamis (9/7/2026).

Pelibatan masyarakat bersama anggota LMDH Tani Luhur tersebut tidak hanya bertujuan mendukung kelancaran distribusi hasil produksi kayu, tetapi juga menjadi langkah nyata Perhutani dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan melalui penyediaan lapangan kerja.

Selain memberikan dampak ekonomi secara langsung, pola kemitraan ini juga diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap kawasan hutan, sehingga upaya menjaga kelestarian hutan dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.

BACA JUGA  Gerak Kolaborasi Literasi di CFD Bojonegoro, Hadirkan Ruang Membaca yang Nyaman dan Menyenangkan

Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Asper BKPH Bate, Didi Triarsa, menegaskan bahwa sinergi dengan masyarakat dan LMDH merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan pengelolaan hutan yang produktif sekaligus lestari.

“Kegiatan angkutan produksi kayu ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan, tetapi juga menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat desa hutan. Kami selalu mengedepankan pelibatan tenaga kerja lokal dalam setiap kegiatan produksi, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Di sisi lain, seluruh proses tetap dilaksanakan sesuai standar operasional dan prinsip pengelolaan hutan lestari,” ujar Didi.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan kehutanan merupakan strategi untuk menciptakan hubungan yang harmonis antara Perhutani dengan warga desa sekitar hutan. Dengan demikian, manfaat pengelolaan sumber daya hutan tidak hanya dirasakan perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat tanpa mengesampingkan aspek konservasi.

Ketua LMDH Tani Luhur, Parimin, turut mengapresiasi komitmen Perhutani yang selama ini konsisten membuka ruang kemitraan bagi masyarakat desa hutan. Ia menilai keterlibatan warga dalam kegiatan produksi kayu menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan hutan dapat berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal senada disampaikan Suparji, salah seorang tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan angkutan produksi kayu. Ia mengaku kesempatan bekerja tersebut memberikan tambahan penghasilan yang sangat berarti bagi keluarganya.

“Kami bersyukur diberi kesempatan bekerja. Pendapatan tambahan ini sangat membantu kebutuhan keluarga. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya,” ungkap Suparji.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat bersama masyarakat dan LMDH, Perhutani KPH Jatirogo berharap pengelolaan hutan mampu memberikan manfaat yang seimbang dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan hutan yang produktif, lestari, sekaligus menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan.

Pewarta : Sumarlik

Editor : Redaksi

Views: 0

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights