Naiknya Harga Tembakau Membuat Petani Tembakau di Rembang Sumringah

REMBANG, dutaperistiwa.com – Petani tembakau di Kabupaten Rembang saat ini meraup keuntungan dari hasil jerih payahnya dalam beberapa bulan ini.

Seperti di desa Pragu Kecamatan Sulang, di sepanjang jalan bisa dijumpai tanaman tembakau. Masuk ke pemukiman banyak kegiatan menjemur daun tembakau termasuk memetik daunnya di sawah saat pagi hari.

Hilir mudik bisa dilihat pengendara sepeda motor yang membawa gulungan daun tembakau. Selanjutnya dilakukan proses pemilahan, perajangan, penjemuran sampai pada pengumpulan dalam satu bungkusan besar berbentuk persegi besar yang disebut satuan per bal tembakau.

BACA JUGA  Semangat Mas Arief Perjuangkan Pembangunan Jalan Desa Kepoh Disambut Antusias Warga

Seorang petani yang sudah sejak tahun 2011 menanam tembakay, Rukun saat ditemui di tempat rajangan tembakaunya, Rabu (6/9/2023) mengaku menjual tembakau di gudang PT. Sadana sebanyak lima bal. Harga yang didapatnya rata-rata Rp 45 ribu per kilogram.

“Tembakau saya masuk di grade S1 semua. Harganya Rp. 45 ribuan, ” ungkapnya.

BACA JUGA  Kapolres Blora dan Forkopimda Ramaikan Panen Padi Serentak

Disebutkan harga tembakau tahun 2023 ini mengalami kenaikan. Harganya naik tiga ribu per grade, untuk lima bal Rukun membawa pulang uang Rp. 10,5 juta.

Selain harganya yang naik, petani juga bersyukur atas kondisi cuaca tahun ini. Cuaca saat ini menurutnya mirip pada tahun 2011 lalu.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Ramuntani. Dirinya malah sudah empat kali menjual tembakau tahun ini. Grade tembakau yang dijualnya SSP.

BACA JUGA  Jadi Pabrik Ekstasi, Sebuah Rumah di Pedurungan Kota Semarang Digerebek Polisi

“Grade SSP Rp.46 ribu per kilogram. Alhamdulillah jual empat kali sudah Rp.30 jutaan,” ungkapnya.

Setelah ini Ramun masih akan menjual enam bal tembakau lagi. Tiga sudah dalam bentuk bal dan ada yang belum dipetik. (Red)

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights