BLORA, dutaperistiwa.com – Bertempat di halaman SDN 1 Kalen Desa Kalen Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora pada hari Sabtu (25/11/2023) dilaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2023 sekaligus HUT ke-78 PGRI tingkat Kecamatan Kedungtuban.
Upacara yang digelar mulai pukul 07.30 dan berakhir pada pukul 09.30 wib tersebut turut dihadiri Achlif Nugroho Widi Utomo dari anggota Komisi D DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi PPP, Forkopinca Kedungtuban, Sarjimin, S. Pd Ketua PGRI Kecamatan Kedungtuban, Korwil Bidik TK dan SD se-Kecamatan Kedungtuban, guru TK, SD dan SMP se-Kecamatan Kedungtuban serta turut dimeriahkan group drum band SDN 1 Kalen.
Dalam amanatnya, Camat Kedungtuban, Rajiman, S.IP membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Prof. Dr. Unifah Rosidi, M. Pd sebagai berikut:
“Hadirin yang saya hormati, Jangan sekali-kali melupakan sejarah/Jas Merah, begitu ucap Bung Karno Kutipan ucapan Founding Father Indonesia tersebut sangat membekas di sanubari kita bahwa sejarah tidak boleh dilupakan, PGRI yang berdiri 100 hari setelah Indonesia Merdeka di tengah kepulan asap mesiu dan pekik merdeka, menjadi garda terdepan dalam perjuangan membangun dunia pendidikan Indonesia dan keterpurukan keterbelakangan, dan kebodohan akibat penjajahan.

Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang menghargai perjuangan para pendidik formal guru dan dosen, pendidik non formal dan tenaga kependidikan dengan menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui penetapan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 tahun 1994. Hari ini, 25 November 2023 kita kembali mengenang sejarah 78 tahun lalu tepat seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 25 November 1945, PGRI sebagai wadah perjuangan guru pendidik, dan tenaga kependidikan dalam memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI, berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, serta berkhidmat untuk memajukan Pendidikan Nasional.
PGRI sebagai organisasi profesi guru pendidik, dan tenaga kependidikan telah tumbuh menjadi kekuatan moral intelektual dalam memperjuangkan peningkatan harkat dan martabat anggotanya, Kini PGRI harus lebih mengedepankan sikap inklusif dialogis dengan memegang teguh etika, saling menghormati dalam spirit organisasi yang mandiri, unitaristik, dan non-partisan, PGRI terus menjaga kemitraan yang strategis dan konstruktif dengan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dan menjadi wadah aspirasi para anggotanya dalam meningkatkan tarkat martabat guru untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Dalam proses pendidikan guru menjadi aktor utama dan penting yang memainkan peran strategi Kedudukan yang terhormat yang dimiliki para pejabat lembaga legislatif maupun eksekutif tentu tidak terlepas dari peran dan jasa guru, Pasca pandemi hikmah terpenting yang dapat dipetik adalah peran guru tidak akan pernah tergantikan, teknologi Guru merupakan profesi yang menjadi suluh terbaik agar anak bangsa dapat terus berjalan menuju arah yang mereka cita-citakan.
PGRI berada pada situasi dan zaman yang telah berubah, Pengurus dan anggota PGRI di semua tingkatan harus adaptif dalam merespon segala perubahan dengan saling belajar dan berbagi dengan sesama guru, di samping memperjuangkan kesejahteraan kepastian status guru, PGRI juga aktif melakukan berbagai kegiatan peningkatan kompetensi seperti bimtek, diklat, lokakarya, dan seminar, dapat menyasar jutaan guru di seluruh tanah air.
PGRI menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya khususnya kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo, yang selalu mendengar dan responsif terhadap permasalahan guru yang diperjuangkan PGRI, terutama dengan lahirnya revisi UU ASN, Terima kasih juga kami sampaikan kepada semua fraksi di DPR, Menpan RB, Mendikbudristek, Mendagri, BKN, Gubenur, Bupati/Walikota, atas dukungannya terhadap revisi Undang-Undang ASN dan implementasinya.
Selanjutnya kami juga memohon perhatian terhadap nasib dan masa depan guru honorer di sekolah swasta dan tenaga kependidikan Tolong Jangan di Tinggal, PGRI terus berkomitmen dalam memperjuangkan nasib para guru dan tenaga kependidikan honorer bawah Kemendikbudristek dan Kemenag di masa mendatang, kesempatan menjadi guru ASN melalui penerimaan formasi CPNS sebaiknya diadakan kembali agar profesi guru menjadi profesi yang di idam-idamkan oleh anak muda terdidik yang memiliki prestasi terbaik di bidang akademik, berkepribadian baik, dan menjadi teladan.

Selain itu PGRI memohon kepada Pemerintah tetap memberikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan memberikan kesempatan yang luas bagi guru untuk mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan yang berkeadilan sesuai dengan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen PGRI berharap agar guru memiliki Undang-Undang Perlindungan Guru untuk memastikan kepastian dan rasa amen guru dan peserta didik dalam interaksi belajar mengajar di sekolahan.
Sekali lagi terima kasih kami sampaikan kepada Presiden RI yang mendengarkan secara sungguh-sungguh masukan PGRI terkait pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, revisi Undang-Undang ASN dan evaluasi mengenai sistem zonasi dalam PPDB, Apresiasi juga disampaikan pada pemerintah daerah yang terus berkomitmen memberikan perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan guru honorer, pengajuan formasi guru PPPK dan memberikan kesempatan setara pada semua guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri dan pengembangan profesi.
PGRI menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, pendidik, tenaga pendidikan khususnya para guru honorer yang setia mengabdi mengisi kekosongan garu tetap dan mengajar sepenuh hati di sekolah, Tanpa dedikasi dan pengabdian mereka proses pembelajaran di sekolah akan terhenti karena ketiadaan guru.
Masih banyak pekerjaan rumah terkait tata kelola guru yang akan terus diperjuangan PGRI, Kami mohon para rekan sejawat bekerja dengan sungguh-sungguh menjaga integritas dedikasi dan loyalitas serta menjadi contoh keteladanan dalam pendidikan karakter dengan tidak mudah meninggalkan ruang kelas. Kami minta pengurus PGRI di semua tingkatan bekerja keras mengawal perjuangan dan aspirasi anggota. Jadikan PGRI sebagai wadah aspirasi dan rumah belajar yang nyaman bagi semua anggota.
Akhirnya saya mengucapkan selamat HUT ke-78 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2023 kepada para guru di seluruh tanah air, Semoga dedikasi loyalitas, dan pengabdian para guru pendidik dan tenaga kependidikan menjadi suluh penerang bagi bangsa, negara, dan kemanusiaan serta sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju.”
Usai upacara, acara dilanjutkan dengan tasyakuran dan potong tumpeng serta ramah tamah. Selain di Kecamatan Kedungtuban, acara peringatan Hari Guru Nasional 2023 dan HUT ke-78 PGRI di Kabupaten Blora ini juga dilaksanakan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Blora. (Heri)






