Rencana Drilling Service di Sumur Tapen Senori Berujung Protes dan Komplain dari Warga

TUBAN, dutaperistiwa.com – Kegiatan Drilling Service sumur minyak yang diagendakan oleh PT. Pertamina EP Zona 11 yang bakal dikerjakan oleh PT. Prakarsa Pramandita yang berlokasi di Distrik Tapen turut Desa Sidoharjo Kecamatan Senori Kabupaten Tuban Jawa Timur akhirnya menjadi polemik, dan menuai komplain dan protes dari warga dan Karang Taruna desa setempat. Pasalnya kegiatan drilling service yang seharusnya bisa membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat justru berbalik arah menjadi ajang adu argumen dan debat kusir yang berujung pada komplain dan protes, Selasa (24/09/2024).

Berdasarkan informasi dan keterangan yang dihimpun oleh awak media ini di lapangan, protes ini dilakukan oleh warga dan Karang Taruna dikarenakan diduga ada keberpihakan dari Pemerintah Desa Sidoharjo yang telah memberikan dan mempercayakan suplai air bersih kepada pihak luar.

Salah seorang peserta aksi yang sempat diwawancarai awak media dutaperistiwa.com mengatakan, bahwa dirinya bersama para pemuda Karang Taruna serta warga menolak kegiatan suplai air bersih ini dikerjakan oleh pihak luar, apa dikira pekerjaan seperti itu kami dianggap tidak mampu? “Ungkap warga tersebut geram.

BACA JUGA  Pengelola Sumur Tua Desak Kenaikan Tarif Jasa Angkat Angkut Jadi 80 Persen ICP, ESDM Siap Kaji Revisi Aturan

Ditambahkan, bahwa pemuda dan warga akan tetap menolak atas kebijakan Ibu Kepala Desa yang dianggap tidak bijak. ” Bagaimana mungkin air di desa kita melimpah, kenapa harus mengambil dari luar? “Imbuhnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Desa Sidoharjo, Sri Nur Cahyaningsih saat dikonfirmasi melalui akun WA nya hanya mengatakan bahwa permasalahan ini sudah selesai dan tidak ada masalah.

BACA JUGA  Polwan Polres Bojonegoro Raih Juara 3 Kampanye “Rise and Speak” Tingkat Mabes Polri

“Sudah selesai dan tidak ada masalah mas, “jawab kades melalui chat WA.

Di sisi lain, Dody Tetra Atmadi, Manager Cepu & ADK Field melalui rilis resmi Pertamina menyampaikan bahwa pihak Pertamina telah memenuhi semua regulasi dan berkomunikasi dengan stakeholder terkait permasalahan pengelolaan air bersih di sekitar daerah operasinya.

“Pihak Pertamina akan berkomunikasi dengan pemangku kepentingan kunci, khususnya pihak desa ihwal tuntutan massa yang mengatasnamakan Karang Taruna. Sebenarnya ininranah desa, tapi kami akan mencoba berkomunikasi dengan pemerintah desa ihwal aspirasi warga ini, “ucap Dody dalam rilisnya.

Dody juga menambahkan bahwa, “untuk pengelolaan air diserahkan ke desa, dan sudah koordinasi dengan Kades, Camat dan Kapolsek, ” Tutup Dody.

BACA JUGA  Camat Kedondong Hadiri Musdes RKPDes 2025 di Desa Kertasana Pesawaran

Salah seorang koordinator aksi sangat menyayangkan kepada pihak PT. Pertamina yang seharusnya bisa membina dan menjalin hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat yang wilayah buminya menghasilkan minyak, namun kenyataan di lapangan, terlihat Pertamina hanya menjalin komunikasi dan hubungan harmonis dengan pejabat. Selain itu Pemdes Sidoharjo yang seharusnya menjadi wadah dari pemangku kepentingan atau stakeholders dari berbagai elemen masyarakat tapi kenyataan di lapangan malah sebaliknya, ironis…… (Marlik)

error: Content is protected !!
Verified by MonsterInsights