Galang Reboisasi, Batasi Deforestasi Akan Menciptakan Hutan Yang Lestari

REDAKSIONAL, Di beberapa dekade belakangan ini Perhutani selaku perusahaan berplat merah (BUMN), sebagai perusahaan yang mengemban amanat dari pemerintah untuk mengelola dan mengadministrasikan hutan mengalami banyak problematika atau permasalahan terkait pengelolaan hutan, terutama dalam pengelolaan lahan, yang mana diantaranya adalah semakin banyaknya warga masyarakat yang merambah lahan hutan dan mempergunakannya menjadi lahan pertanian, sebagaimana yang saat ini terjadi di lahan milik Perhutani turut wilayah KPH Parengan

Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH)  Parengan yang mempunyai luas kurang lebih 17.633,30 ha dan 194,70 ha hutan lindung ini hampir 40 persen lahannya saat ini menjadi lahan garapan oleh warga masyarakat yang tempat tinggalnya berdekatan dengan wilayah KPH tersebut. Semakin merebak dan meluasnya penggarapan lahan oleh sebagian warga masyarakat sebagian besar disebabkan karena kurang produktifnya hasil petani kecil di masyarakat karena keterbatasan lahan kepemilikan dan bertambahnya jumlah penduduk yang notabene tidak memiliki mata pencaharian serta sulitnya mendapatkan penghasilan. Dengan berbagai macam alasan ataupun dalil apapun menurut Bang Marlok deforestasi atau pengalihan fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian tidak bisa dibenarkan, dikarenakan deforestasi yang berkelanjutan jelas-jelas akan merusak ekosistem serta mendominasi akan gundulnya hutan yang berpotensi menimbulkan bencana yang secara langsung mengancam kelangsungan hidup halayak masyarakat banyak.

Ditambahkan oleh Bang Marlok, bahwa saat ini dibutuhkan kesadaran tingkat tinggi dan kerjasama mutlak dari kedua belah pihak, baik itu dari Perhutani serta dari berbagai elemen masyarakat sekitar hutan untuk menggalakkan reboisasi atau penanaman dan penghijauan kembali, sehingga bisa dipastikan hutan akan kembali bersemi.

Dengan meningkatkan hubungan mutualisme dari kedua belah pihak dan membangun pengertian dalam masyarakat akan betapa pentingnya keberadaan dan kehadiran hutan yang merupakan paru paru dari alam, adalah sebuah keniscayaan akan terciptanya HUTAN YANG LESTARI. 

Penulis : Sumarlik (Kabiro Tuban, Media Duta Peristiwa)