ADVERTORIAL, dutaperistiwa.com – Kasiyanto (50), seorang teknisi listrik handal yang telah bergelut di bidangnya selama lebih dari 20 tahun di Gresik, mengejutkan banyak orang dengan pengakuannya: ia ternyata gaptek (gagap teknologi). Keahliannya dalam memperbaiki instalasi listrik rumah tangga hingga industri tak diragukan lagi, namun kemampuannya dalam menggunakan teknologi digital masih sangat terbatas.
Kasiyanto mengaku hanya mahir menggunakan telepon genggam untuk menelepon dan mengirim pesan singkat. Ia kesulitan menggunakan aplikasi-aplikasi berbasis internet, bahkan untuk hal-hal sederhana seperti mengecek email atau menggunakan media sosial. “Saya lebih suka kerja pakai tangan,” ujarnya sambil tersenyum. “Teknologi digital itu rumit, saya lebih nyaman dengan alat-alat listrik saya.” Imbuh pria kelahiran Cepu ini.
Kemampuan Kasiyanto yang kontras ini menjadi perbincangan hangat di kalangan tetangga dan rekan kerjanya. Banyak yang mengagumi dedikasi dan keahliannya dalam bidang kelistrikan, namun juga heran dengan keterbatasannya dalam teknologi digital.
“Pak Kasiyanto itu memang ahli listriknya luar biasa, tapi kalau disuruh pakai WhatsApp, susah banget,” kata Budi (40), salah satu pelanggan Kasiyanto.
Kisah Kasiyanto menjadi pengingat bahwa keahlian dan kecanggihan teknologi tidak selalu berjalan beriringan. Meskipun di era digital seperti sekarang, keahlian konvensional masih sangat dibutuhkan dan dihargai. Kasiyanto, dengan keterbatasannya dalam teknologi digital, tetap menjadi teknisi listrik yang handal dan dipercaya di Gresik. (Goen)






